WWF Siap Bantu Pemerintah dalam Mengembangkan Populasi Badak

banner 160x600
banner 468x60

BBC, Pandeglang – Direktur Konservasi World Wide Fund For Nature (WWF) Indonesia, Arnold Sitompul mengaku siap membantu pemerintah dalam mengembangbiakan populasi Badak Jawa dan Sumatra. Hal tersebut disampaikan Arnold ketika ditemui usai pagelaran hari Badak internasional, yang diselenggarakan di Kp Cilintang, Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur,  Jum’at, 22/9/2017.

Menurutnya untuk saat ini populasi Badak Sumatra sangat menprihatinkan karena populasinya sangat terisolasi dan terprakmentasi. Dimana Badak Sumatra yang ada untuk saat ini ada beberapa diantaranya masih sangat kecil,  sehingga dikawatirkan apabila tidakbsegera dilakukan interfensi yang cukup radikal dalam arti dengan cara yang baru. Dengan harapan populasi Badak Sumatra yang ada di Ujung Kulon akan berkembang dengan lebih baik.

“Kita akan berikan salah satu inofasi terhadap pemerintah yang akan dikembangkan salah satunya adalah menangkap beberapa populasi Badak Sumatra, yang ada dihabitatnya akan di tempatkan di Sengtuari karena Sengutari adalah habitat badak semi alam, yang diharapkan Badak Sumatra tersebut populasinya akan senakin banyak, ” ujar Arnold.

“Kemungkinan salah satu penyebabnya adalah, antara Badak jantan dan Badak betina kurang memiliki banyak waktu untuk bertemu sehingga berkembangnya lumayan lambat,” lanjut Arnold.

Masuknya infasip spesies di kawasan habitat Badak, kata Arnold lumayan banyak dan sangat mengganggu habitat Badak yang ada di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) banyak sekali tanaman bahan pakan itu terganggu karena infasi spesies yang makin banyak, dan kemudian tingkat kerusakan habitat juga cukup tinggi

“Harapan saya terhadap pemerintah, agar segera melakukan langkah langkah dalam menjaga populasi Badak yang ada d Indonesia,” harap Arnold.

Dengan begitu, lanjut dia  pihak WWF siap membantu untuk mengembangkan inovasi-inovasi terbaru dalam rangka mengembangkan populasi Badak tersebut.

“Berdasarkan data terbaru untuk saat ini keberadaan Badak Jawa yang ada di Taman Nasional Ujung Kulon untuk saat ini populasinya hanya ada 67 Ekor Badak. Populasi Badak Jawa dibandingkan dengan popasi Badak Sumatra perkembanganya untuk saat ini cukup bagus,” katanya.

Arnold menambahkan, terkait dengan banyaknya spesies infasi yang cukup besar harus dilakukan langkah-langkah secara eradigasi baik secara mekanis ataupun secara bilogis, agar pertumbuhan dan perkembang Badak  menjadi lebih  baik.

“Sebaiknya pakan untuk Badak Jawa dan Sumatra harus di perbanyak, agar pertumbuhannya akan lebih baik,” pungkas Arnold. (1-2)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.