Wagub Banten Dikukuhkan Jadi Pembina Tagana oleh Mensos

banner 160x600
banner 468x60

BBC, Kebumen – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dikukuhkan menjadi Pembina Wilayah Tagana oleh Menteri Sosial Idrus Marham dalam Apel Nasional Tagana dalam rangka HUT Tagana ke -14 di Pantai Ayah, Kebumen, Jawa Tengah. Bersama Andika, turut dikukuhkan sejumlah Pembina Kehormatan Tagana, yakni Ketua DPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius dan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Budi Gunawan. Juga ada nama Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfud yang sama dikukuhkan dengan Andika sebagai Pembina Wilayah.

“Tentu saja ini amanah yang harus kita emban dalam upaya membina Tagana ke depan. Dan, sejatinya ini adalah penghargaan untuk seluruh anggota Tagana Banten,” kata Andika kepada pers usai acara.

Dikatakan Andika, agak berbeda dengan sejumlah kepala daerah lain yang menjadi pembina Tagana, dirinya mengenal lebih dalam Tagana karena memang sudah menjadi Kordinator Tagana Provinsi Banten jauh sebelum menjabat sebagai kepala daerah seperti sekarang, yakni sebagai Wakil Gubernur Banten. “Bersama teman-teman kader dan anggota Tagana Provinsi Banten kami memang membangun Tagana di Banten sejak masih embrio,” imbuhnya.

Dengan dikukuhkannya dia sebagai Pembina Wilayah Tagana, Andika berjanji, akan lebih serius dan fokus lagi dalam mengembangkan Tagana di Banten, sehingga Tagana di Banten bisa lebih dirasakan keberadaannya oleh masyarakat. Diakui Andika, sejauh ini Tagana di Banten sudah menunjukkan eksistensi diri dalam membantu penanganan bencana di wilayah Banten. “Tapi kan kita tidak bisa berpuas diri, kita harus terus meningkatkan kemampuan dan kapasitas, baik secara personal maupun kelembagaan,” ujarnya.

Lebih jauh Andika mengungkapkan, dari 14 jenis bencana yang ada di Indonesia, 13 potensi bencana ada di daerah Banten. Potensi bencana itu seperti gempa, banjir, tanah longsor, kekeringan, puting beliung, tsunami, epidemi penyakit, gunung berapi, gelombang tinggi, dan bencana sosial. Dua daerah, yaitu Pandeglang dan Lebak, malah masuk zona merah rawan bencana. “Belum lagi Cilegon sebagai daerah industri kimia yang terdapat di pesisir pantai, ini semua adalah tantangan yang harus siap dihadapi Tagana di Banten,” imbuhnya.

Untuk diketahui, sebagai rangkaian acara HUT Tagana ke 14 tersebut, Menteri Sosial Idrus Marham menanam mangrove bersama 2.000 Tagana dan berbagai unsur relawan kemanusiaan lainnya di Pantai Ayah, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.

Kabupaten Kebumen sendiri dipilih menjadi tempat kegiatan karena di Pantai Ayah ini terdapat hamparan mangrove seluas 55 hektare yang penanamannya diinisiansi oleh Tagana Kebumen bernama Sukamsi yang juga merupakan Tagana Teladan Nasional tahun 2017.

“Peringatan HUT Tagana inimerupakan bentuk apresiasi atas peran serta Tagana yang selama ini telah ditunjukkan dalam penyelenggaran penanggulangan bencana berbasis komunitas. Peringatan ini juga mengukuhkan kerja nyata Tagana menguatkan akselerasi penanggulangan bencana,” terang Idrus.

Tagana merupakan relawan sosial atau Tenaga Kesejahteraan Sosial berasal dari masyarakat yang memiliki kepedulian dan aktif dalam penanggulangan bencana bidang perlindungan sosial. Tagana pertama kali dikukuhkan pada 24 Maret 2004. Saat ini jumlah personil Tagana sebanyak 37.817 orang dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia. (1-1)

Related Search

    Email Autoresponder indonesia
    author
    No Response

    Comments are closed.