UNBK di Banten Siap Dilaksanakan Tanpa Bosda

452 views
banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang – Dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA SMK dan tingkat SMP tinggal menghitung hari.

Dinas Pendidikan (Dindik) Banten sudah mempersiapkanya, walaupun tidak memakai anggaran Biaya Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) maupun Biaya Operasional Sekolah (BOS) Pusat.

Tetapi hal itu tidak sedikit pun di keluhkan oleh setiap Kepala SMK SMA dan SMP di Banten, bahkan pihaknya memakai anggaran yang tersisa di Sekolah.

Wakil Kepala Sekolah, SMKN 1 Kota Serang, Tuti mengatakan, bahwa dalam pelaksanaan UNBK di SMKN 1 Kota Serang sudah siap 100 persen, dan di lakukan secara gratis tanpa ada pungutan.

“Kita sudah lengkap semua, mulai dari server, komputer, Jaringan dan sarana prasarana lainya. Ini kita lakukan secara gratis, tanpa ada pungutan,” ucapnya.

Titi melanjutkan, SMKN 1 Kota Serang di 2017 sudah ke 3 kalinya melaksanakan UNBK, makanya tidak terlalu mengharapkan anggaran BOS dan BOSDA. Karena masih terdapat sisa anggaran, dan UNBK bukanlah pertama kalinya di gelar di SMKN 1 Kota Serang. “Kita juga sudah mendapatkan bantuan server dari Pemerintah pusat di 2015. Makanya kita sudah siap 100 persen, bahkan kita juga memperbolehkan SMA ataupun SMK lainya mengikuti UNBK di SMKN 1 Kota Serang,” jelasnya melalui sambungan Telpon, Rabu, 29/3/2017.

Kepala SMAN 4 Kota Serang, Ade Suparman mengaku sebenarnya keberatan dengan tidak kunjung turun anggaran BOS dan BOSDA, tetapi mau bagaimana lagi. Karena pelaksanaan UNBK harus tetap di laksanakan. “Oleh karenya kita memakai sisa-sisa anggaran yang ada, dan sedikit memberatkan guru-guru dengan meminjam laptopnya dan untuk server kita memakai uang yang ada di sekolah dulu, dan baru di gantikan oleh BOS dan BOSDA,” ucapnya.

Wakil Humas SMPN 1 Kota Serang, Adek Candra mengakui bahwa memang benar awalnya pelaksanaan UNBK di SMPN 1 dikenai biaya, tetapi sekarang sudah tidak lagi. Karena bantuan guru-guru yang meminjamkan komputer hingga memberikan patuangan iuran untuk membeli server.

“Saya menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan UNBK di SMPN 1 Kota Serang kekurangan server, dan 1 server seharga 21 juta. Sedangkan yang secen seharga 17 juta. Uang dari mana sekolah untuk membeli server ini ?. Makanya kita sekarang memakai uang guru-guru, karena BOS dan BOSDA tak kunjung turun. Setelah turun barulah di gantikan,” katanya.

Tetapi tidak memungkiri, dikatakan Adek, tidak adanya pungutan, tetapi sumbangan seiklasnya. Mau Rp 10 ribu ataupun Rp 20 ribu. Karena itu untuk membeli server.

“Hal ini juga sudah kita sampaikan ke Dindikbud Kota Serang, dan kita juga menyampaikan bahwa dalam membeli 2 server pelaksanaan UNBK memakai uang guru-guru di SMPN 1 Kota Serang. Makanya kita mengharapkan ada bantuan server dari Dindikbud Kota Serang, karena kita kekurangan 3 server lagi dan kita tidak boleh meminta kepada murid. Kalau tidak kita meminta agar BOS dan BOSDA sekarang di turunkan,” tegasnya. (1-1)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.