Tim Mabes Polri Gagalkan Penyelundupan Ribuan Benur Lobster

banner 160x600
banner 468x60
BBC, Serang – Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditrekrimsus) Mabes polri berhasil menggagalkan penyelundupan ribuan benur lobster di Kampung Kosambi, Desa Karang Suraga, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang. Senin, 16/4/2018
“Rencananya ribuan Benur Lobster tersebut akan diselundupkan ke singapura melalui jalur darat,” kata Kepala Unit (Kanit) Tipidter Bareskrim Polri Kompol Agung yudadi Nugraha saat ditemui di Tempat Kejadian Perkara (TKP)
Penangkapan terhadap komplotan penjual lobster ilegal tersebut lanjut Kompol Agung, dilakukan pada pukul pagi dini hari. Dimana dari hasil penangkapan petugas berhasil mengamankan kurang lebih sebanyak 50 Ribu Benur Lobster segar yang siap disleundupkan.
“Penangkapan kolplotan tersebut dilakukan di sebuah rumah yang sudah tidak digunakan, dan dijadikan gudang penampungan Benur Lobster yang  akan di kirim ke singapura melalui provinsi Jambi,” jelasnya
Selain menyita puluhan ribu lobster pihaknya juga telah mengamankan sebanyak 10 orang terduga pelaku yang terlibat dalam jaringan penyelundupan Lobster tersebut. Meski diakui diduga kuat masih ada tersangka lain sebagai pemodal dalam jaringan tersebut dan saat ini masi dalam tahap pengembangan.
“Pergerakan dari komplotan ini sudah  kita ikuti sejak tanggal 3 April 2018 lalu, hingga akhirnya petugas baru dapat melakukan penangkapan ketika semua barang tersebut masuk dalam gudang,” ungkapnya
Adapun berdasarkan informasi, benur Lobster tersebut didapatkan dari para nelayan di perairan laut Banten  seperti dari Binuangen, Pelabuan Ratu dan Sukabumi.
“Sesuai dengan pasal yang disangkakan yaitu Undang-undang Perikanan no 45 tahun 2015 yang mengatur bahwa lobster dibawah 200 gram tidak boleh di ekspor, maka dari itu,  akibat perbuatanya tersebut. Para pelaku dianggap melanggar hukum pidana pasal 3, pasal 6 dan 7, serta pasal 9 dan pasal 31,” pungkasnya. (1-2)
Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.