Terkait Satwa Dilindungi, Polda Banten Tetapkan Empat Tersangka

banner 160x600
banner 468x60

 

BBC,  Serang – Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Ditres Krimsus) Polda Banten, menetapkan empat tersangka dalam kasus pemburuan satwa dilindungi di Blok Legon Haji Pulau Panaitan Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang.

Berdasarkan hasil Penyelidikan Terhadap 8 terduga pelaku pemburuan rusa pada Sabtu (1/12) bahwa telah di lakukan gelar perkara dengan hasil empat ditetapkam tersangka berinisial YN, HR, ALN dan dan ISK, berdasarkan alat bukti yg cukup, telah di tingkatkan ke penyidikan dan penahanan terhadap empat orang pelaku penembakan satwa, dan empat pelaku lain ditetapkan sebagai saksi.

“Sedangkan satu pelaku oknum Polisi berinisial BM, yang diduga terlibat dalam perburuan hewan tersebut, Penanganannya tetap dilakukan secara Internal dan akan di limpahkan ke Div Propam Mabes Polri untuk dilakukan proses pemeriksaan,” kata Kabid Humas Polda Banten, Edy Sumardi, Selasa 4/12/2018.

Perburuan secara illegal satwa liar jenis Rusa Timor berjumlah 3 (tiga) ekor yang dilindungi di dalam Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon tepatnya di Blok Legon Haji Pulau Panaitan Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang yang dilakukan oleh Saudara BM dengan menggunakan senjata api laras panjang caliber 5,56 mm dan caliber 7,62 mm.

Adapun peran masing-masing tersangka sebagai berikut, BM mempunyai peran sebagai Penembak dua ekor Rusa berkelamin Betina dengan berat masing-masing Rusa sekitar 80 KG, YN mempunyai peran sebagai penembak satu ekor Rusa berkelamin Betina dengan berat sekitar 80 KG, HI mempunyai peran memotong dua ekor Rusa hasil buruan dari saudara BM serta mengangkut hasil buruan dari lokasi Perburuan ke Perahu Karet bermesin menuju Kapal,

Sedangka ALN mempunyai peran membantu mengangkut hasil buruan dari lokasi perburuan ke Perahu Karet bermesin menuju Kapal dan memotong Usus Rusa atas perintah dari HI, terakhir inisial ISK mempunyai peran memotong dan menguliti tiga Rusa hasil buruan dan membantu mengangkut dua ekor hasil buruan ke Perahu Karet bermesin menuju Kapal.

“Selanjutnya kami akan terus Melakukan pemeriksaan saksi-saksi guna melengkapi administrasi penyidikan,” katanya.

Diketahui, Hewan rusa termasuk dalam hewan yang dilindungi sesuai PP Nomor 7/1999, dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Lalu berdasarkan UU Nomor 5/1990, Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, mewajibkan semua orang melindungi tumbuhan dan satwa yang dilindungi. (1-3)

 

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.