Ranta Soeharta Resmi Diberhentikan Sebagai Komisaris Utama Bank Banten

banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten Tbk atau Bank Banten, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di salah satu Hotel di Kota Serang, Selasa, 9/10/2018.

Hadir dalam rapat tersebut, Direktur Utama (Dirut) Bank Banten Fahmi Agus Mahesa, tiga Komisaris Independen Bank Banten, Agus Erhan, Media Warman, dan Titi Khoiriah.

Dimana, dalam agenda yang dihadiri susunan komisaris dan direksi Iembaga keuangan milik Pemprov Banten tersebut, resmi memberhentikan Ranta Soeharta yang sebelumnya menjabat sebagai komisaris utama Bank Banten.

Posisi Ranta saat ini telah digantikan oleh Agus Ruswendi, sebagai wakil dari Pemprov Banten. Adapun pengunduran diri Ranta Soeharta sebagai komisaris utama Bank Banten karena mencalonkan diri sebagai salah satu calon anggota legislatif DPR RI dari Partai NasDem.

Ditemui usai kegiatan rapat tersebut, Dirut Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa mengatakan bahwa, dengan adanya jajaran pengurus Perseroan yang baru tersebut. Diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan dapat merealisasikan rencana Bisnis yang dilakukan oleh Bank Banten,”ujar Fahmi kepada wartawan.

Adapun susunan Direksi dan Komisaris Bank Banten yang baru yang telah mendapatakan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fahmi mengungkapakan bahwa, sebagai Komisaris Utama Bank Banten Agus Ruswendi, Komisaris Independen Bank Banten Media Warman, Agus Erhan, dan Titi Kohiriah.

“Kalo yang menjadi Direktur Utamanya saya sendiri, dan ada tiga Direktur-Direktur lagi yaituh Bambang Mulyo Atmojo, Jaja Jarkasih dan Kemal Idris,”ucapnya.

Sementara itu, dalam pemaparanya, salah satu Tim Divestasi yang juga komisaris independen Bank Banten Titi Khoiriah mengatakan bahwa, Dalam waktu dekat, divestasi 5,3 persen saham Bank BJB yang menjadi milik Pemprov Banten bisa dilakukan tahun depan.

“Pengalihan saham 5,3 persen di BJB kami sudah menyatakannya ke BJB dan Pemprov Jabar,” ujar Titi dalam rapat RUPS tersebut.

Menurutnya, rencana divestasi saham di Bank BJB diupayakan bisa terealisasi di tahun 2019. Divestasi BJB akan menambah modal Bank Banten hingga Rp 1 Triliun.

“Realisasi tahun depan, dalam waktu dekat kami akan ajukan di RUPS Bank BJB nanti,” imbuhnya.

Titik menyampaikan bahwa, Penambahan modal tersebut dilakukan karena stok modal yang dimiliki Bank Banten semakin tergerus, sehingga lembaga keuangan milik Pemprov Banten ini sulit melakukan ekspansi bisnis.

“Penambahan modal Bank Banten juga diberikan oleh Pemprov Banten sebesar Rp 175 Miliar di akhir tahun 2018 dan rencana penyertaan lainnya di awal 2019 sebesar Rp 160 Miliar, selain itu juga penambahan modal dilakukan dengan riaht issue sebesar Rp 600 Miliar,”ungkapnya. (1-2)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.