Puskesmas dan Posyandu Penting Cegah Diabetes

204 views
banner 160x600
banner 468x60

BBC, Tangerang Selatan – Gubernur Banten Rano Karno menyampaikan tentang peran Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dalam peringatan Hari Kesehatan Sedunia (HKS) 2016. Acara yang mengusung tema Diabetes tersebut digelar di area parkir Pasar Modern BSD City Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu, 10/4/2016.

Menurut Rano, Puskesmas bisa berperan dalam mencegah penyakit Diabetes sejak dini. “Di Indonesia, sebanyak 10 juta jiwa menderita Diabetes pada tahun 2013. Jika tidak dicegah, maka angka penderita diperkirakan akan meningkat menjadi 16,2 juta jiwa pada tahun 2040. Dalam hal ini, Puskesmas merupakan ujung tombak pencegahan, yakni dengan melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat secara rutin setiap bulan,” tegasnya.

Dengan rutin memeriksa diri ke Puskesmas, masyarakat akan terdeteksi dini jika menderita Penyakit Tidak Menular (PTM), termasuk Diabetes. Sehingga dapat segera ditanggulangi. Selain itu, deteksi dini juga bisa menemukan kondisi kesehatan tertentu seperti tekanan darah tinggi atau kegemukan.

Selain Puskesmas, Rano juga menegaskan peran penting Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM. “Kini, Banten memiliki 236 Puskesmas, 266 Pustu (Puskesmas Pembantu), serta 506 Posbindu. Tidak cukup sampai di situ, Pemprov Banten akan membangun 100 Posbindu di Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 2017 nanti. Rencana tersebut adalah upaya kami untuk terus meningkatkan kemandirian serta kepedulian masyarakat terhadap kesehatan,” paparnya dalam  acara dihadiri Menteri Kesehatan Nilla Moeloek dan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany ini.

Kebanyakan masyarakat, sambung Rano, hanya memeriksakan dirinya setelah menderita penyakit kronis. “Entah karena malu ketahuan berpenyakit atau yang lainnya. Tapi yang jelas, pemerintah tidak pernah bosan untuk mengingatkan. Ingat slogannya, Cegah! Obati! Lawan Diabetes,” tutup Rano

Related Search

    Email Autoresponder indonesia
    author
    No Response

    Comments are closed.