PT CSI Disatroni Perampok Bersenjata Api

394 views
banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang – Perampok beraksi di sebuah perusahan PT Central Steel Indonesia (CSI) yang terletak di Jalan Lanud Gorda, Kecamatan Kibin, Kabupaten. Serang, Banten. 9 orang perampok dengan menggunakan senjata api laras panjang menyatroni pabik. Kawanan perampok hanya membawa satu unit CPU dari dalam ruangan akunting, serta sejumlah dokumen penting milik perusahaan pengelolaan limbah baja tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, sembilan orang kawanan pencuri ini masuk melalui pintu depan pabrik langsung menodongkan senjata laras panjang kepada petugas keamanan pabrik. Usai kejadian, ternyata salah satu karyawan yang berada di pabrik itu mengetahui, satu pelaku yang masuk yaitu RS alias WJP merupakan suami dari Goeij Siauw Hung, mantan pemilik saham sebesar 25 persen di PT CSI.

Atas kejadian itu, Erika Widiyanti Liong selaku Direktur Utama PT CSI melaporkan kejadian tersebut ke Polda Banten. “Tanda bukti lapor kami nomor TBL/09/I/2016/Banten/SPKT I tertangkal 9 Januari 2016 lalau,” kata Kuasa hukum Erika, Berman Sitompul, Senin, 15 Februari 2016.

Berman berharap Polda Banten segera menindaklanjuti dengan menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Menurut Berman, semestinya polisi mudah menangkap pelaku, apalagi identitas yang diduga pelaku sudah disebutkan oleh korban pelapor.

“Ini tindakan sewenang-wenang, menodongkan senjata api laras panjang kepada petugas keamanan pabrik. Saya berharap, polisi bekerja profesional karena ini diduga melibatkan oknum aparat bersenjata api. Siapapun yang terlibat harus ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Banten, Kombes Pol Yus Fadilah mengatakan kasus dugaan pencurian dengan kekerasan tersebut sudah ditindak lanjuti dan masih dalam penyelidikan. “Kasusnya masih dalam penyelidikan dan belum dapat diungkap ke publik,” ujar Yus Fadilah. (1-1)

Related Search

    Email Autoresponder indonesia
    author
    No Response

    Comments are closed.