Petasan Daya Ledak Tinggi Dilarang di Jual Dipasaran

banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang – Petasan daya ledak tinggi dilarang dijual dipasaran, karena dianggap dapat menimbulkan kerusakan bangunan dan membahayakan bagi orang lain, Demikan diungkapkan Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin saat melakukan himbauan kepada para pedagang petasan di beberapa pasar tradisonal di Kota Serang, Selasa, 21/5/2018.

Oleh sebab itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat Kota Serang yang akan menjual petasan agar dapat melengkapi surat izin dari pihak kepolisian terdekat. Hal tersebut dilakukan gunah menjaga keamanan dan kondusifitas lingkungan masyarakat Kota Serang.

“kita sudah melakukan penindakan di beberapa tempat penjualan merecon (petasan/red) dan yang kita amankan tidak memiliki ijin jual,”ujar Kapolres disela sela kegiatan tersebut.

Adapun masyarakat yang tetap ingin berjualan hanya di perbolehkan menjual mercon jenis kembang api yang tidak menimbulkan ledakan, jika terdapat penjual yang menyediakan petasan yang menimbulkan ledakan walau kecil tanpa memilik surat izin jual maka akan dilakukan penyitaan.

“Dalam kesempatan ini kita sampaikan kepada masyarakat yang ingin jualan merecon, yang di perbolehkan untuk di jual itu  kembang api atau air mancur dengan ketentuan hanya berdiameter dua mili meter lebih dari itu harus memiliki ijin dari kepolisian,”ungkapnya.

“Untuk izin penjualan dalam jumlah besar atau mercon yang menimbulkan ledakan dapat mengurusnya di Ditintelkam Polda Banten,”tambahnya.

Hingga saat ini lanjut Kapolres di wilayah hukum Polres Serang Kota belum diketemukan adanya tempat pembuatan petasan yang menimbulkan ledakan. Menurut informasi kembang api dan petasan yang masuk ke Kota Serang didistribusikan dari luar Kota Serang. walaupun demikian, pihaknya akan terus melakukan razia dan akan selalu mengawasi para pedagang yang berjualan petasan guna mengantisipasi hal-hal yang mungkin saja dapat membahayakan.

“Kami pastikan sampai Idul Fitri nanti kami akan melakukan razia dan akan melakukan pengawasan serta pemeriksaan lapak para pedagang petasan,” pungkasnya. (1-2)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.