Petani Bawang Merah di Kabupaten Serang Keluhkan Anjloknya Harga

banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang – Harga bawang merah ditingkat petani di kabupaten Serang mengalami penurunan. Anjloknya harga bawang merah tersebut disebabkan pasokan air yang kurang, lantaran saluran irigasi sebelum masa panen berkurang.

Salah seorang petani Bawang Merah  di Kampung Wanasaba, Kelurahan Wanasaba, Kecamatan Keramat Watu, Kabupaten Serang Hanifan mengaku puluhan petani bawang di daerahnya sudah mengalami kekurangan pasokan air sejak September 2017 yang lalu.

“Akibatnya produksi bawang merah di wilayahnya berkurang drastis,” kata Hanifan kepada bukabantennews.com, Kamis 4/1/2018.

Selain itu lanjut Lanjut Hanifan, program  pemberian bantuan bibit bawang kepada petani dari pemerintah juga menjadi faktor lain yang menyebabkan harga bawang merah menjadi anjlok drastis. “Sehingga petani di beberapa daerah berhasil panen dan pasokan bawang merah menumpuk. Sementara bulog tidak mau menerima hasil produksi petani,” katanya.

Harifan menjelaskan untuk harga bawang merah ukuran besar saat ini terjual seharga 11 riibu rupiah perkilogran. Sementara sebelumnya para petani mampu menjual bawang merah sebesar 18 ribu  rupiah.

Sedangkan untuk harga bawang ukuran sedang dari dijual harga 8 ribu dsri harga sebelumnya 12 ribu rupiah perkiligram.

“Adapun untuk  harga bawang merah ukuran kecil terjual 4 ribu rupiah 8 perkilogram dari harga sebelumnya  8 ribu rupiah perkilogram,” jelasnya.

Oleh karena itu, tmbah Hanifan petani bawang di Kabupaten Serang berharap agar pemerintah turun tangan.

“Dengan demikian harga bawang merah di tingkat petani bisa kembali stabil,” tegas Hanifan. (1-2)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.