Peredaran Narkoba Dianggap Cukup Masif BNN Banten Gandeng Netizen Banten

banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang – Tingkatkan sosialiasai tentang bahaya Narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten menggandeng seluruh media online dan penggiat media sosial (netizen) yang ada di Provinsi Banten. Hal tersebut  terungkap dalam kegiatan diseminasi informasi melalui forum komunikasi anti narkoba berbasis online provinsi bagi netizen di salah satu rumah makan di Kota Serang, Jumat, 7/9/2018.

Dibentuknya Netizen Banten Anti Narkoba (Netizan Banten) bertujuan untuk mengajak penggiat medsos dan media online agar dapat proaktif dalam memberantas peredaran Narkoba di wilayah Banten. Sebab saat ini peran penggiat medsos dan media online sangat membantu untuk mempersempit ruang gerak peredaran Narkoba.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Banten, Abdul Majid mengatakan. Bahwa saat ini peredaran Narkoba di Banten cukup masif, maka dari itu melalui tulisan dan postingan para penggiat media online dan medsos bisa mempengaruhi khalayak pembaca di dunia maya.

“Tugas dan tanggung jawab pemberantasan narkoba tidak hanya BNN dan kepolisian, tapi juga seluruh elemen masyarakat Banten, terutama media online dan penggiat media sosial harus proaktif mengedukasi masyarakat agar terhindar dari bahaya narkoba,” ujarnya.

Maka dengan dibentuknya, Netizen Banten tersebut. Diharapkan kepada para penggiat media sosial dan media online bisa berkontribusi aktif dalam melakukan pemberantasan narkoba di Provinsi Banten.

Sementara itu, ditempat yang sama, ketua Netizan Banten terpilih, Lulu Jamaludin mengatakan, Kemajuan teknologi internet saat ini sangatlah pesat, dunia internet yang lebih dikenal dengan istilah dunia cyber merupakan dunia pertemuan berbagai system informasi dan komunikasi yang memotong batasan-batasan regional, budaya, waktu dan kecepatan.

“Adanya Netizan Banten ini, saya yakin kedepan bisa membantu BNN Dalam memerangi Narkoba. Terutama untuk menyelamatkan generasi muda Banten dari bahaya Narkoba,”ujarnya.

Menurut Lulu, melalui Netizan Banten ini maka kegiatan sosialisasi bahaya Narkoba tidak membutuhkan biaya besar.  Meski demikan melalui Netizan Banten pesan dalam kegiatan sosialisasi bahaya Narkoba akan sampai hingga puncak Gunung atau tengah laut,”jelasnya

Lulu mngungkapkan bahwa, saat ini berbagai lapisan masyarakat sudah tak asing lagi menggunakan internet. Untuk di Indonesia sendiri saat ini masuk peringkat  ke-6, hal tersebut berdasarkan data kasus yang telah diungkap oleh BNN Provinsi Banten.

“Jadi kalo bicara bahaya Narkoba itu, bukan masalah besar kecilnya suatu kasus tapi yang diliat volume kasus yang terjadi pada suatu tempat. Yang telah diungkap oleh pihak kepolisian maupun BNN,”pungkasnya (1-2)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.