Pemkot Cilegon Tutup Paksa Warem Penjual Miras

240 views
banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang – Sebanyak 4 Warung Remang-remang (Warem) di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon ditutup  paksa oleh pemerintah setempat. Penutupan paksa ini lantaran keberadaan warem tersebut dinilai melanggar ketentuan pemerintah Kota Cilegon.

Berdasarkan pantauan penutupan warem tersebut dilakukan oleh pihak kelurahan bersama Satpol PP dengan dibantu personil  kepolisian Polsek Pulomerak dan personil TNI Koramil Pulo merak serta dibantu juga warga lingkungan sekitar.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Kota Cilegon Juhadi menjelaskan sebelum dilakukan penutupan secara paksa, ke empat warem tersebut sudah diberikan surat peringatan agar segera ditutup dan tidak lagi.

“Apalagi berdasarkan informasi keberadan warem itu diduga menjual minuman keras di sekitar lingkungan Flay Over. Padahal dalam ketentuan hal itu tidak diperbolehkan,” kata Juhadi, Jumat 4/1/2018.

Bahkan Juhadi menuturkan, pihaknya telat melayangkan surat peringatan secara tertulis sebanyak tiga kali kepada warem. Akan tetapi peringatan tersebut tidak dindahkan.

“Apalagi belum lama ini keberadaan warem di sekitaran fly over juga pernah dilakukan penggerebegan oleh pihak kepolisian Polres Cilegon,” ucapnya.

Menurut Juhadi, penutupan beberapa warem  jyga didasarkan hasil dari laporan warga sekitar yang mengaku fly Over yang merasa resah akan keberadaan warem yang menjual minuman keras.

“Karena kerapkali ditemukan dari kalembagan pelajar yang membeli minuman keras oplosan itu,” jeladnya.

Selaku pemerintah, lanjut Juhadi pihaknya harus mampu menciptakan masyarakat yang aman, damai dan Kondusif di wilayahnya.

“Sehingga jika tidak cepat diambil tindakan khawatir akan menimbulkan tindakan anarkis dari warga setempat,” lanjut Jahudi.

Oleh karena itu Juhadi menambahkan apabila warem yang sudah ditutup tersebut tanpa sepengetahuan petugas beroprasi kembali, maka pemerintah akan bersikap tegas terhadap pemilik warem tersebut.

“Bahkan pemkot Cilegon akan mengadukannya ke aparat kepolisian untuk diberikan tindakan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tukas Juhadi. (1-2)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.