Pemerintah Dinilai Tak Berdaya Hadapi Angkutan Pasir Basah di Lebak

banner 160x600
banner 468x60

BBC, Lebak – Pemerintah Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten dinilai tak berdaya menghadapi pengusaha galian pasir yang menjual pasir basah di wilayah Kabupaten Lebak. Lantaran saat ini, masih terdapat pengusaha nakal yang menjual pasir dalam keadaan masih basah.
Tentu saja, ceceran air yang berasal dari truk truk pengangkut pasir basah tersebut membuat rusak jalan jalan raya yang dilintasinya. Namun, kondisi tersebut sepertinya dibiarkan oleh pemerintah, terlihat puluhan truk masih melintas di Kabupaten Lebak, terutama di jalan raya Rangkasbitung-Cimarga, Rangkasbitung-Citeras serta Rangkasbitung Cipanas.

“Pemerintah nampaknya belum bisa menangani secara optimal keberadaan pengusaha galian pasir yang menjual pasir dalam keadaan basah. Padahal keberadaan mereka berimbas kepada rusaknya jalan jalan yang dilintasinya, “kata pengamat lingkungan asal Lebak, Unro Al-Juhri, kepada wartawan, Rabu 26/9/2018.

Lanjut Unro, ia menghimbau agar pemerintah segera mencarikan solusi agar keberadaan angkutan pasir basah dapat di minimalisir.
” Saya kira Political Will nya yang kurang, padahal tinggal lakukan sosialisasi kepada para pengusaha pasir saja, “kata Unro lagi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak, Sumardi mengatakan, kewenangan untuk melakukan penindakan terhadap armada atau truk pengangkut pasir basah adalah kewenangan provinsi.
” Jika pun harus melakukan penindakan kita harus kordinasi dengan Kepolisian, tidak bisa berjalan sendiri. Karena bukan kewenangan kita, “kata Sumardi.

Bahkan, berdasarkan undang undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, pihaknya hanya diberikan kewenangan mengurusi angkutan barang (KIR) ) di jembatan timbang serta untuk penumpang. (trayek) di terminal.
Namun sampai saat ini kata Sumardi, terlepas dari itu semua, pihaknya kerap melakukan sosialisasi kepada para pengusaha galian pasir. Untuk di wilayah Cimarga, hal tersebut sangat bermanfaat, lantaran, sedikit demi sedikit pengusaha menjual produksi pasirnya dalam keadaan kering.

“Saat ini di Cimarga para pengusaha galian pasir sudah mempunyai kesadaran untuk tidak menjual pasir dalam keadaan pasar. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya angkutan, yang kini menjual pasir dalam keadaan kering,” kata Sumardi lagi.

” Citeras yang kelihatan masih banyak,” tambahnya. (AK/1-1)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.