Oplos BBM Jenis Solar Tiga WNA diamankan Oleh Kepolisian Polda Banten

banner 160x600
banner 468x60
BBC, Tangerang – Diduga melakukan kegiatan pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM)  Jenis Solar di PT. Ching Kai Lie, yang berada di kampung Sarakan, RT 005/005, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, tiga orang Warga Negara Asing (WNA) diamankan oleh Petugas Kepolisian Polda Banten. Hal tersebut terungkap saat tim peyelidik Subdit 1 Indagr  Ditreskrimsus melakukan pengungkapan kasus kegiatan pengoplosan BBM berjenis Solar tanpa ijin.
Adapun ketiga pelaku Warga Negara Asing (WNA) yang diamankan berinisal YH, HS, HG. Ketiganya diamankan karena dianggap telah melakukan kegiatan pengoplosan BBM jenis Solar yang dilakukan di PT. Ching Kai Lie, yang berada di Wilayah Tangerang. Dimana dari hasil penangkapan ketiga pelaku Petugas Kepolisian Polda Banten berhasil mengamankan barang bukti berupa 100 jerigen asam sulfat, 50 karung bahan bleaching, 30 karung caustic soda, 4 tungku proses pembakaran, 7 tangki pendingin air kapasitas 4 ton, dan 8 tangki pencucian.
Diemui disela-sela pengungkapan Ditreskrimsus Polda Banten, Kombes Pol Abdul Karim mengatakan bahwa PT. Ching Kai Lie telah melakukan tindak pidana migas dengan cara memproduksi dan memperdagangkan minyak solar hasil olahan dengan bahan baku oli bekas tanpa dilengkapi legalitas atau izin sesuai Undang-undang yang berlaku.
“PT. Ching Kai Lie telah melakukan tindak pidana migas dengan cara memproduksi dan memperdagangkan minyak solar hasil olahan dengan bahan baku oli bekas tanpa dilengkapi legalitas atau izin,”Kata Ditreskrimsus Polda Banten, Kombes Pol Abdul Karim kepada Wartawan.
Perijinan tersebut diantaranya, Lanjut Abdul ijin pengelolahan limbah B3, ijin pemanfaatan limbah B3, Ijin penyimpanan limbah B3 dan Ijin pengolahan hasil olahan yang dikeluarkan Ditjen Migas.
“Kegiatan pengolahan bahan baku oli bekas yang dilakukan pabrik PT. Ching Kai Lie ini sudah berlangsung selama 3 tahun sejak tahun 2015. Dimana hasil olahan tersebut dijual atau didistribusikan kebeberapa perusahaan indusrri di wilayah Tangerang, Cilegon, Jakarta hingga Bandung,” ujar Kombes Pol Abdul Karim.
Atas tindakan tersebut, para tersangka dikenakan pasal UU no 22 tahun 2001 tentang minyak dan Gas Bumi pasal 53 dan atau pasal 54. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun atau denda paling tinggi 60 miliar.
“Akibat tindakan yang dilakukanya tersebut, ketiga tersangka dikenakan pasal UU no 22 tahun 2001 tentang minyak dan Gas Bumi pasal 53 dan atau pasal 54. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun atau denda paling tinggi 60 miliar,”Jelasnya
Sementara itu ditemui ditempat yang sama, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Ir. Harya Aditya Warman dalam keterangannya mengatakan, bahwa pihaknya mengaku  berterimakasih atas pengukapan pengoplosan BBM Solar yang dilakukan oleh para jajaran Kepolisian Polda Banten.
“saya sangat berterimasih atas tindakan yang telah dilakukan oleh para jajaran Polda Banten. Dimana kegiatan ini secara langsung telah membantu kami dan menyelamatkan para konsumen dari tindak kejahatan yang dilakukan oleh PT. Ching Kai Lie ini,” ujar Harya Aditya Warman.
Dalam kasus ini, lanjut Aditya Warman Bahwa, akan melakukan penelitian terlebih dahulu untuk mengungkapkan unsur apa dan berdampak apa yang ditimbulkan oleh pengoplosan tersebut. Harya Aditya Warman menambahkan.
“Kita tidak akan gegabah menentukan dampak apa yang ditimbulkan dari kegiatan pabrik ini, langkah kita tentu akan melakukan pengujian terlebih dahulu sebelum membuat keputusan,”tukas Aditya. (1-2)

Related Search

    Email Autoresponder indonesia
    author
    No Response

    Comments are closed.