Menghitam, Warga Keluhkan Sungai Warung Jaud

220 views
banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang – Diduga karena limbah rumah tangga dari perumahan Lebak Indah dan padar rau, Sungai Warung Jaud menghitam. Akibatnya warga setempat mengeluh karena tidak dapat memanfaatkan air dari sungai tersebut untuk kegiatan sehhari-hari.

Marsud,

“Menghitamnya sejak ada perumahan aja. Itu limbah rumah tangga, sama limbah Pasar Rau dibuang kesini (sungai) semua,” kata Marsud, Warga Warung Jaud saat ditemui di rumahnya, di Kelurahan Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (7/11). 

Sebelumnya, kata Marsud air Sungai Warung Jaud dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar seperti untuk kegiatan sehari-hari.  

“Seperti mencuci baju, mencuci perabotan rumah tangga bahkan mandi,” ujar Marsud.

Menurutnya, menghitamnya air Sungai Warung Jaud itu terjadi sejak berdirinya perumahan Lebak Indah  dan sampah dari Pasar Rau, diperkirakan sudah berlangsung lama.

“Sekitar 10 tahun mah ada itu, sampai sekarang aja airnya juga tidak bisa dipergunakan sama sekali. Jangankan buat nyuci buat mandi aja bikin gatel-gatel terus banyak nyamuk. Baunya juga ga enak nyengat di hidung,” ucapnya.

Ditemui ditempaat berbeda Hasanah (39), Warga Warung Jaud juga mengeluhkan hal yang sama.

“Selama ini sungai yang berada di Jalan Warung Jaud tersebut persis seperti air comberan.  Itu disebabkan karena banyak warga yang membuang sampah yang dibuang ke sungai,” kata Hasanah kepada wartawan Bukabantennews.com

Hasanah menuturkan bahwa satu tahun yang lalu, Sungai Warung Jaud itu sudah pernah dibersihkan dengan menggunakan alat pengeruk sampah namun, kondisinya tetap tidak berubah.

“Harapan saya kepada intansi terkait, agar dapat dibangun tembok sungai, terus dibersihkan dari sampah dan melakukan himbauan-himbauan kepada masyarakat agar tidak buang sampah sembarangan terutama ke sungai,” harapnya.

Sementara itu, ketika di konfirmasi melalui telpon seluler Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Syafrudin mengaku belum mendapat pengaduan dari masyarakat terkait pencemaran yang diduga limbah rumah tangga dan limbah Pasar Rau. Dalam waktu dekat ini ia mengaku akan meninjau secara langsung ke lapangan.

“Hari Kamis, sekitar jam sepuluh atau jam sebelasan, nanti berangkat bareng-bareng,” tuturnya saat dikonfirmasi melalui telepon. (1-2)

Related Search

    Email Autoresponder indonesia
    author
    No Response

    Comments are closed.