Mahasiswa Calon Guru Perlu Bekal Bimbingan Berkualitas Saat PPL

banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan tahapan penting bagi mahasiswa, calon guru. “Sebagai tahap yang penting bagi seorang calon guru semestinya mahasiswa mendapatkan dukungan mekanisme pembimbingan yang meliputi kompetensi personal, sosial, pedagogi dan profesional,” kata  spesialis LTPK USAID PRIORITAS Banten, yang juga sekaligus koordinator penyelenggara Naf’an Tarihoran, Rabu, 19/10/2016. “Namun bagaimana mendapatkan bimbingan berkualitas bilamana guru pamong dan dosen pamong yang semestinya mendampingi tidak mengetahui perannya. Oleh karena itu, kami menyelenggarakan pelatihan praktikum ini agar terbentuk team teaching yang berkualitas bagi mahasiswa saat PPL,” tegas Naf’an.

Selama ini banyak guru pamong tidak memahami peran dan fungsinya saat menerima mahasiswa PPL di sekolahnya. Hal ini diakui oleh Hj. Tuti Rostiningsih S.Pd., guru SMPN 6 Kota Serang yang menjadi peserta pelatihan. Dia berkata “Saya tidak tahu bagaimana peran guru pamong saat menghadapi mahasiswa PPL. Malahan guru pamong dipandang negatif karena berlaku seperti supervisor. Pelatihan ini bermanfaat karena saya belajar bersama dosen pamong.” Sejumlah peserta pelatihan yang hadir menyadari pentingnya peran guru pamong dan dosen pamong untuk membimbing mahasiswa PPL.

Senada dengan guru pamong,  dosen IAIN SMH Banten Anis Zohriah yang menjadi peserta menyatakan pelatihan ini membekali dosen dan guru pamong bagaimana berkolaborasi di kelas saat mendampingi mahasiswa. “Kolaborasi ini perlu tidak hanya secara teori atau gagasan saja, namun saat praktiknya akan mendemontrasikan pengalaman mengajar yang komprehensif. Karena ada dosen pamong dan guru pamong,” kata Anis.

Menjadi guru profesional adalah harapan untuk pendidikan di masa depan. Dr. Rifki Rosyad, Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS mengatakan baik dosen pamong maupun guru pamong hendaknya dapat berperan sebagai instruktur PPL yang mempersiapkan mahasiswa sebagai calon guru profesional. Dalam pelatihan guru praktikum tingkat SMP/MTs ini Rifki mengharapkan peserta dapat memahami perannya saat mahasiswa melaksanakan PPL.

Pelatihan dibuka wakil rektor I IAIN SMH Ilzamudin Ma’mur   dan ditutup secara resmi oleh  wakil rektor I UNTIRTA Fatah Sulaeman.  Sedangkan pelatihan diselenggarakan selama tiga hari sejak Senin (10/17). Peserta berasal dari dosen IAIN SMH Banten dan UNTIRTA serta guru-guru SMP/MTs mitra LPTK. Di hari kedua, sejumlah mahasiswa IAIN SMH dan UNTIRTA turut juga hadir mempersiapkan praktik mengajar. Praktik mengajar dilaksanakan di hari ketiga di MTsN 1 Kota Serang dan SMPN 3 Kota Serang. (1-1/ Anna)

Related Search

    Email Autoresponder indonesia
    author
    No Response

    Comments are closed.