Lestarikan Budaya Lokal, KWTK Gelar Lomba Tulis Naskah Drama Jawa Banten

banner 160x600
banner 468x60

BBC, Cilegon – Sekolah SMK BCA bersama Komunitas Teater Wonk Kite (KTWK) Kota Cilegon, menggelar kegiatan Pelatihan Penulisan Drama Radio Berbahasa Jawa Banten yang dilaksanakan dari tanggal 23-25 Januari 2018 di Sekolah SMK BCA Kota Cilegon, Kamis 25/1/2018. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melestarikan Bahasa Jawa Banten di wilayah Kota Cilegon.

Menurut salah satu pemateri yang mengisi kegiatan Pelatihan Penulisan Drama Radio Berbahasa Jawa Banten Ahdi Zukhruf Amri saat ditemui disela-sela kegiatan menjelaskan bahwa, bahasa Daerah yang berfungsi sebagai bahan kajian yang dapat membentuk pemahaman terhadap potensi di daerah tempat dimana mereka tinggal, sehingga bermanfaat untuk memberikan bekal dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan kepada peserta khususnya generasi muda yang ada di Kota Cilegon.

“Dengan kegiatan ini, peserta diharapkan bisa lebih mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkunganya serta alam, sosial, dan budayanya,”  kata Ahdi.

Maka dari itu, kata Dia dengan memiliki bekal kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya, secara otomatis dapat berpengaruh terhadap dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya dan juga memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai atau aturan-aturan yang berlaku di daerahnya.

“Dengan kemampuan dan keterampilan yang sudah dimiliki oleh mereka, secara otomatis pasti dapat berpengaruh terhadap dirinya maupun di lingkungan masyarakat dimana mereka tinggal,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Ahdi dengan Berbahasa Jawa Banten juga dapat melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.

“Dengan Berbahasa Jawa Banten juga dapat melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional,” ujar Ahdi yang merupakan salah satu pendiri Komunitas Teater Wonk Kite (KTWK) Cilegon.

Dalam kesempatan itu Ahdi menjelaskan, jika berbicara tentang bentuk puisi dari daerah, maka pada umumnya sesuai karakteristik kedaerahan di Banten, bentuk-bentuk tersebut disampaikan secara tuturan lisan dan penuturannya disampaikan melalui bahasa daerah Jawa dan Sunda.

“Dengan penuturan lisan itu maka pada umumnya bersifat anonim dari uraian tersebut, kita dapat memetik suatu isyarat bahwa bahasa daerah hendaknya sudah dikenalkan pada anak-anak sejak dini,” jelas Ahdi

“Pengenalan bahasa Jawa Banten sejak dini maka akan dikondisikan dengan sedemikian rupa agar memiliki daya tarik, sehingga ada ketertarikan kita untuk belajar mengeksplorasi pengalaman sendiri dalam menggunakan bahasa sebagai media perantara pesan yang efektif,” terangnya.

Ahdi menambahkan, dalam Berbahasa Jawa Banten ada dua faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam mempelajari bahasa, yaitu kondisi eksternal dan kondisi internal.

“Jadi kondisi eksternal dan kondisi internal juga merupakan beberapa faktor yang mendukung keberhasilan dalam mempelajari Bahasa Jawa Banten,” tegasnya.

Salah seorang peserta Pelatihan Virly Ayu Ningtyas menuturkan, bahwa selama mengikuti pelatihan, dirinya merasa kesulitan dalam menulis naskah dengan menggunakan bahasa Jawa Banten.

“Ternyata cukup sulit jika tidak biasa. Untuk itu kegiatan ini saya rasa sangat bermanfaat dan berharap ada pelajaran bahasa daerah di setiap sekolah di Banten, guna melestarikan bahasa daerah kepada generasi muda, karena jika tidak seperti itu, saya sendiri yang lahir di Cilegon masih kesulitan,” kata Virly

Meski diakuinya bahwa pelajaran Berbahasa Jawa Banten tidak ditemui disekolahnya dan dilingkungan tempat tinggalnya. Bahasa Jawa Banten sudah mulai jarang digunakan.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini, semangat untuk menjaga dan memelihara bahasa daerah bisa lebih meningkat lagi,” ujar mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Banten tersebut.

“Alhamdulillah lewat kegiatan ini, saya jadi lebih mengenal Bebasan itu sendiri. Saya jadi lebih tahu dan paham dan semakin cinta terhadap bahasa daerah karena bisa menjadi sebuah kekayaan budaya yang di miliki. Mempelajari bahasa daerah sangat penting agar ke depan kita tidak kehilangan identitas saat berkunjung ke tempat yang lain dan dengan begitu kita bisa mengenalkannya ke masyarakat luas,” imbuhnya. (1-2)

Related Search

    Email Autoresponder indonesia
    author
    No Response

    Comments are closed.