Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) di Provinsi Banten Mencapa 41 % 

banner 160x600
banner 468x60
BBC, Serang – Lembaga Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan banyak Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) di Provinsi Banten. Bahkan Provinsi Banten saat ini menduduki peringkat ke-4 se Indonesia dengan temuan mencapai 41 persen atau sebanyak 15.458 LTKM.  Beberapa daerah yang paling banyak ditemukan Laporan Transaksi Keuangan yang mencurigakan diantaranya terdapat di Tangerang Raya.
Wakil Kepala Lembaga Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rea mengatakan, saat ini Provinsi Banten masuk dalam peringkat ke-4 Se-Indonesia dalam temuan laporan transaksi keuangan yang mencurigakan.
“Banyaknya temuan laporan transaksi keuangan yang mencurigakan disebabkan banyaknya tindakan kejahatan seperti kejahatan Korupsi, Narkoba, Penipuan dan yang lain-lain, maka saya meminta kepada seluruh masyarakat agar dapat lebih waspada terhadap transaksi keuangan,”ujar Dian saat ditemui usai kegiatan Koordinasi dan knowledge sharing pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana pendanaan terorisme.di kantor Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Kamis, (29/11/2018).
Menurutnya, banyaknya penemuan laporan transaksi keuangan tersebut juga didukung oleh meningkatnya perekonomian di Provinsi Banten. Bahkan tindakan kejahatan seperti korupsi dapat menjadi penghambat pemerintah dalam mengentaskan kemisikinan di Indonesia dan mampu penghambat pemerintah dalam mensejahterakan masyarakatnya.
“Penyebabnya bukan hanya semakin banyaknya tindakan kejahatan Korupsi, Narkoba Penipuan dan lain-lain. Namun juga dengan meningkatnya perekonomian di Provinsi Banten merupakan faktor banyaknya Laporan Transaksi Keuangan mencurigakan di Banten. Sehingga menjadi penghambat bagi pemerintah dalam upaya mengentaskan kemisikinan di Provinsi Banten,”jelasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan data yang ada di Lembaga Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Laporan Transaksi  Keuangan mencurigakan  tersebut sejak tahun 2003 hingga Oktober tahun ini terdapat sebanyak 414. 299 LTKM dari 34 provinsi di Indonesia, (1-2).
Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.