LAN Melansir Pejabat Eselon III Banten Gampang Diintervensi Pimpinan

banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang – Pejabat eselon lll di lingkungan pemprov Banten dinilai masih gampang diintervensi oleh pimpinannya di SKPD. Akibatnya kesesuaian kebijakan antara pimpinan SKPD dengan pegawai ditingkat bawah tidak seirama.

Deputi Bidang Diklat dan aparatur pada Lembaga Administrasi Negara Muhamad Idris usai menghadiri pembukaan DIKLATPIM III di Badan Pendidikan dan Pelatihan provinsi Banten, Senin, 18/7/2016 mengunkapkan, masih tingginya intervensi kepala SKPD terhadap bawahan menjadikan kinerja pemerintahan di Banten berjalan melambat. Padahal seharusnya pejabat di tingkat bawah seperti eselon lll harus memiliki pendirian kuat, untuk tidak mengikuti keinginan pimpinan yang menyalahi ketentuan. 

“Intervensi itu sangat berat dan karena itu kita biasakan mereka ini untuk melonggarkan mindseting dia. Bahwa keputusan itu ditangan dia tetap harus menjadi bagian dari tanggung jawab dia. Makanya banyak sekarang eselon lll yang tidak mandiri, sehingga eselon duanya tidak terbantu. Dengan demikian hal ini berimbas terhadap ritme kinerja di pemerintahan yang kurang memuaskan,”ujar Idris.

Dilihat catatan yang ada intervensi dari pimpinan SKDP ke pejabat eselon lll di provinsi Banten tergolong masih tinggi. Ini dapat dilihat dari kebijakan yang buat antara diatas dan di bawah.

“kalo kita membuat persentase masih dibawah 60 persen, bahkan bisa lebih berani dibawah 30 persen. Kita ingin dorong percepatan,   makanya yang ikut diklat mudah-mudahan bisa mengintenalisasi proses pembelajaran. Karena banyak sekali dampak buruknya, seperi keseusian dalam pengambilan kebijakan, dan efisensi program yang berulang-ulang membuat program dan ketiga soal waktu. Kita ini berulang-ulang juga membiaya dan menylesaikan program yang sama,”katanya.

Sekda Banten Ranta Soeharta menambahkan, melalui Diklatpim III ini diharapkan para pejabat eselon III di Banten memiliki dasar kepemimpinan yang mumpuni. Karena diakui untuk menjadi pimpinan di SKPD diperlukan orang yang cakap dalam mengatur manajerial.

“Diklatpim ini untuk mencari pemimpin, udah pemipin sebetulnya di lihat dari fungsinya. Selian juga ditambah ilmunya tentang kepemimpinan, tentang pelaksanaan program-program implementasi supaya nanti hasilnya lebih baik, itu aja,”terang Sekda.

Sedangkan dalam sistem diklatpin yang digelar kali ni berbeda dengan diklat-diklat sebelumnya. Dimana selama 3 bulan kedepan para pegawai ini tidak melalu menempati ruang kelas untuk pemantapan teori. Melainkan para peserta diklat akan diberikan praktik langsung di luar kelas sebagai bagian dari paktik pembelajaran teori yang disampaikan di kelas.

“Kalo dulu sitem lama, sekarang sistem baru ya pa deputi yakni sistem on off. Aritnya di luar kampus dan di dalam kampus tahapannya sudah ditentukan. Jadi dia di ruangan umpanya 2 minggu, nanti di di kantor,”jelas Ranta.

Kepala Badiklat Banten Endrawati berharap, Dikaltpim kali ini diharapakan mampu menghasilkan pejabat yang siap pakai dan inovatif. Karena dengan pemikiran dan teori yang baru dalam menunaikan tugasnya akan berdampak terhadap ritme kerja yang berbeda. Dengan demikian masing-masing SKPD akan mampu memenhui standar kinerja yang sudah dicanangkan.

“Jumlah peserta yang ikut Diklatipim ini terdapat sebanyak 80 pejabat eselon 3, dengan 40 peserta dari pemprov Banten dan 40 lainnya berasal dari 8 kabuaten/kota,”tukas Endra. (1-1)

Related Search

    Email Autoresponder indonesia
    author
    No Response

    Comments are closed.