Orang Dengan Gangguan Disabilitas Mental Dapat Memilih Pada Pemilu Tahun 2019

banner 160x600
banner 468x60

BBC, Cilegon – Orang dengan gangguan Disabilitas mental dapat memilih pada pemilu tahun 2019 nanti, karena orang dengan gangguan Disabilitas mental sudah diatur dalam undang-undang dan dilindungi oleh pemerintah. Demikian disampaikan langsung oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon Itfan Alfi usai kegiatan sosialisasi pemilihan umum Presiden dan Wakil presiden, DPR, DPD, dan DPRD di aula Setda Kota Cilegon, Selasa, (27/11/2018).

Maka dari itu dirinya meminta kepada seluruh masyarakat agar dapat membedakan antara Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dengan orang yang mengalami gangguan Disabilitas mental.

Irfan menjelaskan, yang dapat mengikuti Pemilu nanti adalah orang yang mengalami Disabilitas Mental. Karena orang dengan gangguan Disabilitas mental tersebut sudah diatur dalam undang undang dan harus dilindungi oleh pemerintah.

“Kalo ODGJ itu tidak ada, yang ada adalah orang dengan gangguan Disabikitas mental, karena orang dengan gangguan Disabilitas Mental di atur dalam undang-undang dan masih dilindungi oleh pemerintah,”kata Irfan kepada Bukabantennews.com

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada seluruh masyarakt agar tidak menyamaratakan semuanya, antara Orang dengan gangguan Jiwa (ODGJ) dengan orang dengan gangguan Disabilitas Mental.

“Jadi, masyarakat tidak boleh menyamaratakan antara ODGJ denga orang dengan gangguan Disabilitas Mental,”ujarnya.

Menurutnya, orang yang mengalami gangguan Disabilitas mental terdapat beberapa kategori. Diantaranya adalah, gangguan mental non permanen atau dalam perawatan dan orang dengan gangguan mental permanen atau orang yang tidak dapat lagi dilakukan perwatan.

“Orang dengan gangguan Disbalitas Mental itu, ada beberapa kategori diantaranya kategori non permanen dan kategrori permanen,”terangnya.

Maka dari itu, lanjut Irfan, pihaknya mengaku tidak Sembarangan dalam pendataanya karena harus dilakukan dengan beberapa intansi terkait. Dalam hal tersebut adalah Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Dinsos dan Disdukcapil Kota Cilegon.

“Mala dalam pendataanya tidak dilakukan denga sembarangan harus berhati-hati karena harus dilakukan dengan beberapa pihak terkait seperti pihak Dinkes, Dinsos dan Disdukcapil,”ungkap Irfan.

Dirinya menyampaikan sampai saat ini masih dalam tahap proses Validasi data  dimana

Dalam tahapan pendataanya akan dikakukan bersama beberapa dinas yang kompeten dibidang tersebut dan juga efektif pendataanya akan dilakukan dalam waktu dekat ini yaitu akan dilakukan minggu depan

“Makanya sampai saat ini masih dalam tahap proses Validasi pendataan, kemungkinan minggu depan baru dapat efektif pendataanya karena harus dilakukan dengan orang-orang yang berkompeten dibidangnya,”pungkasnya, (1-2)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.