KemenPUPR Luncurkan Ribuan Rumah MBR di Banten

178 views
banner 160x600
banner 468x60


BBC, Tangerang – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melakukan pletakan batu pertama atau groundbreaking program perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Tigaraksa, Tangerang, Provinsi Banten, Senin, 22/8/2016.Tidak tanggung-tanggung sebanyak 1.386 unit rumah type 30/60 disediakan pengembang di lokasi tersebut, dengan dukungan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Groundbreaking dihadiri Dirjen Cipta Karya Andreas Suhono, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, dan Asda II Pemprov Banten Eneng Nurcahyati yang juga selaku Ketua Pokja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten, dan pihak pengembang dari PT Nusa Gilang Idaman.

“Ada lima titik kegiatan Kementerian PUPR dalam rangka hari perumahan nasional sekaligus dicanangkan groundbreaking dan presmian permukiman. Banten itu di Tigaraksa Kabupaten Tangerang. Lainnya di Bekasi, Garut, Pesawaran Lampung, dan Kecamatan Bandung DIY,” ujar Eneng Nurcahyati, ditemui seusai kegiatan, di Serang.

Eneng menjelaskan, sebanyak 1.386 unit rumah disiapkan pengembang untuk MBR baik aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat umum.

“Ada 1.386 unit yang akan dibangun. Dan saat ini sudah terjual 400 unit itu type 30/60 dengan sistem FLPP, jadi uang muka disubsidi Rp 5,8 juta. Ada yang penghasilannya dibawah UMR, ada yang pekerjaan formal yang punya slip gaji, bisa juga untuk pekerjaan informal seperti tukang bakso, tukang becak dan lainnya yang tidak punya slip gaji,” kata Eneng.

Ia menuturkan, program tersebut juga bagian dari pencanangan satu juga rumah untuk rakyat.

“Tadi juga pengembang sudah menyadari untuk kawasan pemukiman diperlukan sarana pendidikan dan rekreasi, dari lahan 15 hektare itu akan dibangun, sarana rekreasi air, klinik, depot logistik, ke depan dikembangkan koperasi. Itu targetnya 2018,” ujarnya. 

Di Banten sendiri, lanjut Eneng saat ini sedang meng-update jumlah pasti kekurangan rumah (backlog) di kabupaten/kota se-Banten dan jumlah MBR.

“Di Banten backlog berdasarkan data DSDAP melalui pokja, ada sekitar 700 ribuan. Dan sekarang DSDAP sudah minta data ke kab/kota untuk cek kembali berapa MBR yang belum memiliki rumah,” kata Eneng.

Pendataan tersebut juga meliputi program-program bantuan rumah di Banten yang telah dilaksanakan seperti rumah tidak layak huni (RTLH) baik dari kemen PUPR, APBD provinsi melalui Dinsos, maupun dana-dana CSR.

“Pandeglang, Lebak, dan Serang, semua titik ada data yang harus dipersiapkan,” ucapnya. (1-1)

Related Search

    Email Autoresponder indonesia
    author
    No Response

    Comments are closed.