Kawal Kasus Pemukulan Siswa, LPA Koordinasi ke Pihak Sekolah

banner 160x600
banner 468x60

 

 

BBC, Serang – Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten, Uut Lutfi, didampingi Ketua LPA Kota Serang, Sri Rezeki menyambangi sekolah SMA 5 Kota Serang. Kedatangan rombongan LPA ini terkait tindakan kekerasan yang terjadi di SMA tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Uut Lutfi dan Sri Rezrki mewakili LPA mengapresiasi kepala sekolah SMA 5 Kota Serang Suparman, atas upaya sekolah terkait persoalan pemukulan yang dilakukan oleh Siswa kelas 3 Muhammad Zulfikar terhadap siswa kelas 2 Akmal.

“Saya sangat mengapresiasi terhadap pak Suparman, yang masih tetap memperjuangkan kedua siswanya untuk terus menjalani proses pembelajaran sampai lulus,” kata Lutfi.

Bahkan Lutfi mengaku sudah melakukan komunikasi langsung dengan pihak sekolah yang menyatakan komitmennya dengan pihak sekolah untuk bersama-sama membantu menyelesaikan persoalan tindakan kekerasan yang terjadi di Sekolah SMA 5 Kota Serang tersebut. Salah satu upayanya yakni LPA sudah melakukan komunikasi dengan pihak sekolah untuk terus melakukan sosialisasi terhadap siswa SMA 5 untuk tidak melakukan tindakan bulying atau kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah.

“Untuk kedepan LPA Provinsi Banten dengan pihak sekolah sudah siap untuk bersama-sama melakukan sosialisasi secara kepada siswa-siswi di sekolah dengan harapan agar terwujud lingkungan sekolah yang ramah anak baik di Kota Serang khususnya dan di Provinsi Banten pada umumnya,” jelasnya.

Selain itu, Lutfi menyampaikan pihaknya akan terus mendampingi proses hukum yang sudah dilakukan oleh pihak  korban yang sebelumnya pihak keluarga korban sudah melapor ke kepolisian Polres Serang Kota.

“Karena ini sudah melalui proses hukum, maka LPA Provinsi Banten akan berkordinasi dengan pihak kepolisian Polres Serang Kota melalui unit PPA. Mengingat keduanya masih di usia anak-anak, maka kembali lagi dengan sistem peradilan anak,”jelasnya.

“Bisa saja pihak kepolisian melakukan difresi karena ancamanya masih di bawah tujuh tahun, dan berdasarkan pengakuan terduga pelaku juga ini pertama kali dirinya melakukan maka bisa saja pihak kepolisian menerapkan itu,” kata Lutfi.

Menurutnya yang terpenting saat ini adalah anak-anak dapat menerima pelayanan yang terbaik dan juga hak-hak pendidikannya dapat terus dilakukan.

“Untuk peroses hukum yang sedang berjalan, kamj akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Namun kembali lagi dengan aturan SPPA tentang Undang-undang perlindungan anak hal itu akan menjadi pertimbangan bagi penyidik dalam menyelesaikan persoalan ini,” ujar Lutfi. (1-2)

Related Search

    Email Autoresponder indonesia
    author
    No Response

    Comments are closed.