Kapolres Tak Diajak Koordinasi Soal Penggerebegan Diduga Gudang Pil PCC di Wilayahnya

banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang – Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto mengakui  tidak adanya kordinasi dengan Tim Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) bersama Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) yang melakukan penggerebegan terhadap salah satu rumah yang dijadikan gudang Pil PCC milik warga di kawasan perumahan Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Jumat (8/12) kemarin.

Saat ditemui dalam perlombaan kejuaraan menembak Kapolda open, di lapangan tembak Mapolda Banten, Kapolres Lebak Dani Arianto menjelaskan terjadinya penggerebegan tersebut tidak tau menau, karena tidak ada kordinasi antara pihak Tim MabesPolri bersama Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) yang melakukan penggerebegan di Wilayah Hukum Polres Lebak.

“Tau-tau saya mendapatkan informasi bahwa ada pengerebegan itu, dan begitu mereka sudah selesai memasang polis line, mereka menelpon saya,” kata AKBP Dani Arianto keapada Bukabantennews.com, Sabtu 9/12/2017.

Dalam kesempatan itu Dani juga menuturkan, begitu mrnerima telpon dari tim Mabes Polri terkait pengerebegan pihaknya langsung menanyakan situasi di tempat yang di gerebeg tersebut.

“Waktu tim dari Mabes nelpon, saya langsung menanyakan kondisinya. Mereka bilang sih ga ada apa-apa, pas paginya saya liat pemberitaan bahwa ada penggerebegan gudang pembuatan pil PCC,” tutur Dani.

“Darisitulah saya langsung konfirmasi kelapangan dan langsung memerintahkan anggota untuk melakukan pengamanan di tempat pengerebegan itu,” imbuh Dani.

Lanjut Dani, terkait penggerebegan di salah satu gudang yang diduga dijadikan tempat produksi Pil PCC tersebut, tadi pagi pada pukul 10.00 Badan POM bersama Kasat Reserse melakukan pengecekan.

“Barusan saya terima telpon dari Kasat Serse bahwa badan POM sedang melakukan pemeriksaan di gudang yang diduga sebagai tempat produksi Pill PCC, ternyata isi gudangnya tidak seperti yang diberitakan hanya ada salef-salef dan alat kosmetik, ” jelasnya

Berdasarkan informasi yang diterima
dari anggotanya bahwa pada penggerebegan tersebut terdapat 3 tempat (Gudang) yang telah di gerebeg oleh tim dari Mabes Polri tersebut. Selain itu berdasarkan informasi dari pemilik gudang bahwa dulunya adalah gudang pupuk namun berjalan hanya satu bulan setelah itu off.

“Dulu memang gudang pupuk, namun hanya berjalan satu bulan dan tutu karena untuk masa kontrak gudangnya untuk satu tahun,” ucapnya.

“Sampai saat ini saya dengan tim Mabes Polri belum menerima penjelasan, dan belum ada komunikasi. Saya sebagai yang punya wilayah terkait dengan pengerebegan kemarin sudah memerintahkan ke semua untuk melakukan pengamanan di tempat yang sudah dipasang Polis Line, dan kita juga melakukan pemeriksaan ke tempat-tempat yang lain. Jangan sampai kita kecolongan lagi,” tukas Dani. (1-2)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.