Kalapas Baru Komitmen Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Pelayanan dan SDM

banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang – Kualitas dan kuantitas pelayanan terutama di bidang Sumberdaya Manusianya (SDM) di Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Serang dianggap perlu terus ditingkatkan. Hal itu untuk melihat hasil dari pelayanan di Lapas.

“Kalo kemarin belum dapat dibina diupayakan kedepan semuanya dapat kita bina dan kita rangkul,” ujar Kalapas kelas II Serang yang baru, Suherman disela kegiatan serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Serang, di Jalan Raya Pandeglang Cipocok Jaya, Karundang, Kota Serang, Kamis 19/10/2017.

Menurut Suherman, untuk meningkatkan pembinaan pegawai ada tiga unsur diantaranya, pertama dari unsur para Napi agar mau dibina dan yang kedua dari unsur petugasnya atau SDMnya.

“Dan yang terahir dari unsur masyarakat agar para Napi yang sudah dibina tidak merasa terisolir terutama dari pihak keluarga,”  papar Suherman.

Dalam kesempatan itu Suherman menjelaskan untuk membina para Narapidana (Napi) ada dua jenis pembinaan, yaitu pembinaan kemandirian para Napi dengan cara memberikan keterampilan dan mempersiapkan Napi agar mempunyai keahlian. Sementara yang kedua adalah pembinaan kepribadian. Hal itu bisa dilihat dari sisi keagamaan para Napi dan juga kedisiplinan para Napi dalam dan peningkatan pendidikan juga termasuk dari bagianya, yang terpenting adalah bagaimana caranya kita semua dapat bersama sama meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam melakukan pembinaan para Napi yang berada di Lapas Kelas II A Serang ini.

“Kita akan berusaha meningkatkan pembinan paling tidak dari sisi keagamaanya saja. Kalau kita tingkatkan dari sisi pekerjaanya mengingat tempatnya juga belum dapat memadai,” ucap Suherman.

“Secara umum kendala yang ada di Lapas ini masih sama. Ada Napi yang belum bisa menerima kondisi untuk tinggal di dalam Lapas dan ada juga Napi yang sudah menerima tinggal di Lapas. Seperti ada Napi yang tidak mentaati peraturan yang sudah ditentukan oleh Lapas. Contohnya untuk tidak membawaalat komunikasi ke dalam Lapas. Namun terkadang ada saja Napi yang memaksa membawa Handphone kedalam Lapas,” ungkap Suherman.

Bahkan lanjut Suherman, pihaknya merasa  untuk saat ini kendala yang ditemui yakni ipemerintah pusat belum dapat memberikan anggaran yang cukup untuk upaya pembinaan terhadap para Napi di Lapas tersebut. Karena memang kesejahteraan Negara juga belum membaik yang pada akhirnya Lapas dituntut kreatif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pembinaan.

“Maka dari itu, kita harus pandai pandai merangkul pihak ketiga dalam meningkatkan pembinaan, dari unsur pemerintah, unsur masyarakat, intansi terkait dan LSM. Paling tidak bisa membantu membina para Napi yang ada dilapas,” tandasnya. (1-2)

Related Search

    Email Autoresponder indonesia
    author
    No Response

    Comments are closed.