Jelang Pilpres Presiden Jokowi Minta Masyarakat Untuk Tidak Menyebarkan Ujaran Kebencian

banner 160x600
banner 468x60
BBC, Cilegon – Jelang Pilpres 2019, Presiden Jokowi, meminta masyarakat tidak lagi menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial (medsos). karena hal tersebut dianggap mengkhawatirkan, serta dapat mengganggu ketertiban masyarakat, Demikian diungkapkan Jokowi dalam sambutanya di Perayaan Hari Lahir (Harlah) Pondok Pesantren Al-Khairiyah yang ke-93 di Kampus Al-Khairiyah Kecamatan, Citangkil Kota Cilegon, Banten. Jum’at, 11/5/2018.
“Tidak saling menyapa antar kampung, tidak menyapa antar teman. Biaya sosialnya terlalu besar, saya selalu sampaikan, pilihlah pemimpin yang di anggap paling baik, dan pantas untuk memimpin,”kata Jokowi dalam sambutanya.
Presiden ke tujuh itu mengingatkan masyarakat Indonesia agar dapat saling menjaga persatuan dan menghilangkan rasa kebencian, terutama jelang perhelatan pilkada serentak 2018, pendaftaran Capres dan Cawapres pada Agustus mendatang dan Pemilu tahun 2019.
Jika terjadi perbedaan pilihan politik, diminta berhenti usai masyarakatnya Indonesia menggunakan hak suaranya.
Dihadapan seribu kyai dan ulama Seprovinsi Banten, Jokowi menyampaikan, Indonesia memiliki 263 juta jiwa yang tinggal di 17 ribu pulau, dengan 714 suku, 1.100 lebih bahasa daerah, 524 kabupaten dan kota, hingga 34 provinsi.
“kalau kita ini semuanya dapat bersatu, yang seharusnya Islamnya harus kita perkuat. Insya Allah, sampai kiamat, kita akan bersatu dalam Negara kesatuan Republik Indonesia,”tukasnya
Sementara itu, Ketua Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruv Amin saat ditemui usai kegiatan tersebut mengatakan bahwa kita sesama umat muslim harus mampu menjaga persaudaraa antars sesama sebangsa dan setanah air.
“Umat islam jangan sampai mudah terprofokasi dengan berita-berita yang belum dapat di jamin kebenaranya dan berita yang bersifat menghasut,”ucapnya.
Dan ia juga meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia agar pandai menyikapi setiap persoalan yang terjadi di Indonesia.
“Kalo persoalan yang bersifat penertiban, perbaikan yah kita serahkan kepada yang berwenang dan ahli dalam bidangnya,”pungkas Amin. (1-2)
Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.