Ini Fokus Musrenbang Keelurahan Tegal Bundar

92 views
banner 160x600
banner 468x60

BBC, Cilegon – Tempat sampah dan normalisasi sungai menjadi prioritas utama dalam pembangunan di Kelurahan Tegal Bundar, Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Kelurahan Tegal Bubdar Suedi, saat ditemui usai melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2018 di Kelurahan Tegal Bundar, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Kamis 25/1/2018.

Menurut Suedi, terkait persoalan penumpukan sampah yang terjadi di Kelurahan Tegal Bundar dirinya meminta kepada masyarakat agar mampu bersama-sama dalam menganangani persoalan penumpukan sampah tersebut dan diharapakan masyarakat juga mau membuat tempat sampah agar sampah yang ada tidak berserakan.

“Di dalam masyarakat kan ada yang namanya komunitas masyarakat yang bisa diberdayakan untuk bersama-sama menangani persoalan sampah agar tidak berserakan,” kata Suedi kepada Bukabantennews.com

Menurus Suedi, untuk mengatasi persoalan sampah sampai kapanpun tidak akan dapat diatasi, tetapi pihaknya mengaku akan terus berupaya agar sampah yang berada dilingkunganya tidak berserakan lagi.

“Sampai kapanpun kalau persoalan sampah sulit untuk diatasi, namun saya selaku pemerintah insya Allah akan terus melakukan upaya yang terbaik dalam mengatasi sampah agar tidak berserakan,” jelasnya.

Maka dari itu, lanjut Suedi pihaknya meminta kepada pemerintah untuk mengajukan bak sampah (kontener sampah) yang nantinya akan di simpan di masing-masing lingkungan yang berada di Kelurahan Tegal Bundar.

“Kalau usulan terkait bak sampah mah semua lingkungan sudah mengusulkan agar diadakan. Namun yang menjadi persoalanya sampai saat ini adalah bak sampah ini akan di taruh dimana, karena tidak semua masyarakat mau lingkunganya di taruh tempat sampah tersebut,” terangnya.

Selain itu normalisasi sungai juga perlu dilakukan agar tidak terjadi banjir yang mengakibatkan masyarakat terhambat dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari.

“Persoalan sungai juga perlu di perhatikan agar ketika turun hujan di Kelurahan Tegal Bundar tidak terjadi Banjir,” terangnya.

Meski diakui bahwa, Kelurahan Tegal Bundar sudah menjadi perhatian yang serius oleh Pemerintah Kota Cilegon, terkait sering terjadinya banjir manakala hujan turun.

“Sebenarnya banjir yang terjadi di Tegal Bundar itu bukan dari sungai yang ada di Kelurahan Tegal Bundar, karena adanya perbatasn kelurahan tegal Bundar dengan Purwakarta, maka air tersebut dari sungai yang berada di perbatasan tersebut,” sebutnya.

Sementara itu ditemui ditempat yang sama, Camat Purwakarta Balukia berharap agar rencana pembangunan yang akan dilaksanakan di tahun 2018 diharapkan tidak semuanya untuk insfratuktur saja.  Namun perlu ditingkatkan juga di bidang pertanian dan peternakan yang ada di kelurahan Tegal Bundar tersebut.

“Tolong dong jangan melulu di pembangunan insfratuktur, kalau bisa di bidang pertanian dan peternakanya juga perlu di tingkatkan agar bagaimana caranya yang biasanya dalam satu tahun bisa menghasilkan sebanyak 2 ton Padi, kedepan penghasilan dari pertanianya bisa bertambah menjadi 5 Ton,” harap Balukia.

Terkait dengan persoalan sampah yang terjadi di Kelurahan Tegal Bundar, Camat Purwakarta Bakukia mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengusulkan kepada pemerintah untuk disediakan lahan tanah minimal sepanjang 200 Meter yang nantinya akan dijadikan sebagai tempat penyimpanan bak sampah.

“Saat ini kita sedang mengusulkan agar disediakan lahan untuk penyimpanan bak sampah,” ungkapnya.

Maka dari itu pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat, agar pandai memilih sampah apabila ditemukan ada sampah yang bisa di daur ulang jangan sampai di buang begitu saja.

“Saya berharap kepada masyarakat agar pandai memilih sampah, kalau sampah seperti Botol air mineral kan bisa di daur ulang maka jangan di buang begitu saja,” tandasnya. (1-2)

Related Search

    Email Autoresponder indonesia
    author
    No Response

    Comments are closed.