Gubernur dan Wagub akan Sering Turun Kelapangan

222 views
banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang – Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menyatakan akan lebih sering turun ke masyarakat atau ‘blusukan’ untuk memantau proses pembangunan yang tengah berlangsung di lapangan. Terlebih, hal itu dilakukan pula dalam rangka memantau efektifitas program pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten/Kota melalui bantuan keuangan yang telah diberikan Pemprov Banten.

Gubernur Banten Wahidin Halim menegaskan bahwa dirinya dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy telah menyepakati bahwa keduanya akan lebih sering melakukan monitoring langsung ke lapangan dibandingkan hanya menunggu laporan dari pejabat terkait. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan agar dirinya selaku Gubernur mengetahui proses pembangunan yang dilakukan tidak hanya dari data yang dilaporkan, tetapi juga didukung dengan fakta di lapangan.

“Nanti kita (Gubernur dan Wakul Gubernur-red) memang akan banyak monitoring ke luar. Pak Sekda nanti yang standby di sini. Monitoring ke pemerintah daerah di kabupaten/kota, untuk melihat apakah bantuan keuangan yang kita berikan itu sesuai atau sejalan dengan program provinsi,”tutur Gubernur dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten periode 2017-2022 di Pendopo Gubernur, KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa, 16/5/2017.

Rakor ini merupakan rapat pimpinan perdana pasca serah terima jabatan yang dilakukan Senin kemarin. Selain Wahidin Halim dan Andika Hazrumi, juga hadir Sekda Banten Ranta Soeharta, dan seluruh Kepala OPD dan pejabat eselon III. Sebelum memimpin rapat, seluruh Asisten Daerah dan Kepala OPD memperkenalkan diri nama dan jabatannya kepada Gubernur dan Wakil Gubernur.

Karena, lanjut Wahidin, dari pengalaman yang sudah-sudah, bantuan keuangan sudah bisa dicairkan namun tidak disertai dengan petunjuk teknis (juknis). “Padahal itu sangat penting, makanya saya minta mulai sekarang semua tindakan administrasi harus didahulukan sebelum pelaksanaan,”tegas Gubernur

Gubernur menambahkan, monitoring ke lapangan juga perlu dilakukan agar Gubernur dan Wakil Gubernur dapat lebih mengenal lebih dekat masyarakatnya baik itu di wilayah pedesaan maupun perkotaan, serta mengetahui secara langsung hal-hal apa saja yang dibutuhkan masyarakat dari kedua zona tersebut.

“Tentu saja berbeda, antara kebutuhan masyarakat di desa atau di kota. Sehingga diharapkan ada harmonisasi antara program pemerintah dengan yang menjadi kebutuhan masyarakat.”tuturnya.

Berkaitan dengan penggunaan anggaran, dirinya meminta Inspektorat dapat meningkatkan fungsi pengawasan yang melekat pada instansinya yakni Inspektorat kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemprov Banten. Bahkan, Gubernur menyatakan secara langsung bahwa Inspektorat harus menjadi panca indera Gubernur dan Wakil Gubernur dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih (clean government) dari praktek-praktek korupsi maupun ketidakpatuhan administrasi.

“Saya ingin, Inspektorat melaporkan langsung hasil pengawasan atau yang menjadi tupoksinya kepada Gubernur dan Wakil Gubernur. Kalau koordinasi silahkan ke Asda I. Tapi Inspektorat harus jadi panca indera kami, yakni Gubernur dan Wagub. Bukan berarti saya mau investigasi pekerjaan saudara-saudara semua di OPD nya masing-masing, saya hanya membantu mencermati semua persoalan yang dialami saudara-saudara agar tidak menjadi persoalan yang lebih serius kedepannya,”jelas Gubernur

Bahkan, Gubernur menginginkan agar secara rutin Inspektorat dapat menyampaikan hasil pemeriksanaannya terhadap seluruh OPD. Karena kedepan ia akan mengekspos hasil pemeriksaan atau temuan-temuan OPD dalam rapat terbuka.

“Nanti kepala dinas jangan tersinggung kalau saya mengekspos temuan hasil pemeriksaan inspektorat. Karena kelemahan kita ini males, kalau ada temuan tidak sesegera mungkin diselesaikan. Jangan sampai nanti ada temuan terus didiamkan saja,”ujarnya.

Gubernur mengharapkan keberanian Inspektorat agar dapat melaksanakan tugas-tugasnya secara profesional dan semaksimal mungkin serta dapat menggerakkan seluruh auditor untuk mencermati dan mengawasi setiap kegiatan OPD .

“Teman-teman di OPD harus menghargai fungsi Inspektorat ini, karena sesungguhnya ia mengingatkan kita agar tidak terkena masalah di kemudian hari.”tegas Gubernur.

Mantan Walikota Tangerang dua periode ini juga memberikan arahan-arahan terakit dengan program-program Pemprov Banten kedepan, mulai dari bidang kesehatan, birokrasi,infartsuktur jalan, pendidikan, pengelolaan keuangan, pariwisata dan lainnya.

“Saya ingin destinasi atau tempat ziarah dibanten harus difasilitasi, mulai dari masuknya, jalan harus bagus, ruang parkir, tempat makan yang nyaman. Saya minta teman-teman OPD punya konsep ini. Tawarkan pada saya” tuturnya.

“Saya berharap ada semacam pengembangan kemampuan diri untuk melihat banten kedepan harus seperti apa,” sambungnya. (HMS/1-1)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.