Gelar Renja, Dispar Terus Gali Potensi Pariwisata Banten

banner 160x600
banner 468x60

BBC,  Serang – Potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang dimiliki Provinsi Banten selayaknya mendapatkan perhatian yang serius dari berbagai pihak. Hal tersebut disampaikan Sekda Banten Ranta Suharta saat membuka Forum Rencana Kerja Dinas Pariwisata Provinsi Banten tahun 2019 di aula Dinas Pariwisata Pemprov Banten, Senin (19/2/2018).

Dalam sambutannya dijelaskan, pada tahun 2015, tiga sub sektor ekonomi kreatif seperti fashion, kriya dan kuliner Banten berada di posisi ke tiga tingkat nasional setelah jawa barat dan jawa timur dengan total ekspor mencapai US$ 3,03 miliar atau sekitar 15,66 persen.

Dirinya juga mengatakan, meski saat ini sektor infrastruktur, pendidikan dan kesehatan menjadi fokus pemerintah provinsi beberapa tahun kedepan, pemerintah provinsi juga tidak mengesampingkan kepentingan pariwisata.

“Terbukti, saat ini dibangun infrastruktur dari dan ke daerah tujuan wisata, revitalisasi kawasan Banten lama dan percepatan pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung lesung yang sampai saat ini nilai investasinya sudah mencapai 241 miliar,” jelas Sekda.

Dengan adanya forum Renja pariwisata seperti ini dapat menjaring aspirasi pelaku usaha pariwisata dari seluruh kabupaten/ kota di Banten guna perencanaan pembangunan pariwisata di Banten pada 2019 mendatang.

“Saya menyambut baik atas prakarsa Dinas Pariwisata dalam penyelenggraan forum rencana kerja pembangunan kali ini. Diharapkan dapat menjaring aspirasi, sinkronisasi serta menyamakan persepsi terkait dengan perencanaan pembangunan pariwisata Banten tahun 2019,” ujarnya. 

Kepala dinas pariwisata provinsi Banten Eneng Nurcahyati menyampaikan terdapat empat garis besar yang diperhatikan dalam sektor pariwisata pada tahun-tahun mendatang. Keempatnya yakni pengembangan destinasi, menumbuhkemkangkan industry pariwisata dan industry ekonomi kretaif, pengembangan SDM dan Pemasaran pariwisata.

“Jadi keempat ini menjadi kunci pilar utama pembangunan pariwisata di Banten. Ini juga sejalan dengan indikator daya tarik wisatawan yang datang ke Banten,”katanya.

Sedangkan pada titik penataan persoalan kesadaran pengelolaan lokasi destinasi wisata dan infrastuktur juga terus digenjot oleh pemerintah daerah. Karenanya Dinas pariwisata mencoba untuk menghubungkan dengan dinas maupaun stakeholder dalam pengemabngan parisiwata di provinsi Banten.

“Hampir di semua aspek kita punya, ada yang sudah tinggi di bidang kebersiahan, tapi ada juga soal pengelolaan parkir di lokasi wisata. Selain itu juga akses yang perlu mendpaatkan sentuhan dari semua pihak,” imbuhnya. (1-1)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.