Forum RT/RW se-Banten Lama Dukung Penuh Sultan Bambang Wisanggeni

banner 160x600
banner 468x60

 

BBC, Serang – Untuk mempererat Silaturahim dan mensosialisasikan program-program Kesultanan Banten kepada masyarakat Banten Lama, Forum Rembuk Surasowan Kesultanan Banten (FRSKB) mengadakan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama di SSC STIE Banten, Kiara Ciruas Serang Banten, Jumat, 16/6/2017.

Kegiatan Silaturahmi yang dihadiri langsung oleh Sultan Bambang ini diikuti oleh Forum RT/RW Kelurahan Banten Lama yang diketuai oleh Ali Imron dengan membawa seluruh petinggi RT/RW Banten lama sebanyak 67 (enam puluh tujuh) orang, yang terdiri dari ketua RT, RW, dan perangkat daerah yang ada di kelurahan Banten Lama.

Dalam kegiatan ini, Dialog antara Sultan Bambang dengan masyarakat Banten Lama dimoderatori oleh Ahmad Rozi El Roy. Dialog diawali oleh pernyataan dari Koko Abdul Qodir, sekretris Forum RT/RW. Koko mengucapkan terimakasih karena sudah diundang untuk berdialog dalam Kegiatan silaturahmi ini, beliau berharap semoga Sultan dapat mendengarkan aspirasi dan masukan dari kalangan bawah terutama dari kelurahan Banten Lama.

“Semoga Sultan mau mendengarkan masukan dan aspirasi dari kami, dan tidak PHP (harapan kosong, red.) seperti pengelola-pengelola sebelumnya. *Kami mendukung penuh Sultan Banten selama Sultan bisa istiqomah*. Bahkan hingga nanti ke tingkat nasional,” ujar Koko menjelaskan.

Zainal Mustaqim, perangkat kelurahan Banten Lama melanjutkan diskusi dan mengatakan bahwa siapapun dia, baik Tubagus, Entol, Permas ataupun keturunan-keturunan lain dari Banten wajib mutlak memajukan Banten lama. *Kami akan dukung Sultan selama bisa memajukan Banten*.

“Dalam membangun Banten Lama saya pernah diintimidasi oleh Tb Jempol dan dipanggil Tb Ismet terkait membandingkan kegiatan di Vihara dengan Masjid Agung Banten. Setelah saya bertemu kanjeng sultan dan sultan saladin di kediaman Abah fathul Adzim, saya selalu berdoa semoga jalan sultan selalu dimudahkan. Semoga dalam membangun Banten nanti, Sultan Bambang dapat mengedepankan Akhlaq jangan kedepankan kotak,” ujar Zainal menerangkan.

Ali Imron, ketua Forum RT/RW Banten Lama berterimakasih atas undangan silaturahmi kepada Sultan Bambang. Dalam penataan Banten Lama saat ini, tidak ada sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat, jadi masyarakat tidak tahu apa yang akan dikerjakan dan dibangun di situs Banten Lama. Semoga nanti kami bisa dibimbing oleh Sultan Bambang dan Sultan selalu turun ke bawah melihat kami.

Sadzili, pedagang di Banten Lama memberikan pendapatnya bahwa tata kelola saat ini tidak jelas.

“Saya tidak setuju dengan pengelolaan yg sekarang, seringkali toko kami dibongkar tanpa pemberitahuan, namun tetap kami bangun kembali karena itulah usaha kami. Semoga nanti Sultan Bambang bisa mengatur pedagang agar bisa tertib. Mewakili dari para pedagang, saya sangat mengharapkan Sultan Bambang bisa membimbing kami dalam menata dagangan, agar Banten lama menjadi Indah dalam tata kelolanya,” jelas Sadzili.

Menanggapi hal tersebut, Sultan Bambang berterimakasih kepada Forum RT/RW Kelurahan Banten Lama yang sudah menghadiri undangan silaturahmi. Terkait PHP, warga RT/RW Banten Lama adalah bagian dari Entitas Budaya Kesultanan Banten, walaupun masih banyak yg kurang dalam pengelolaannya oleh pengelola sebelumnya, semoga bersama kesultanan Banten pengelolaan Banten Lama bisa lebih baik.

“Kakek saya, Pangeran RTB Marjono Soerjaatmadja pernah berpesan saat saya masih kecil, jika nanti kamu menjadi Sultan agar masyarakat Banten Lama yang saat ini tinggal disana harus diberi ganti untung dan tidak boleh ada yang dirugikan. Sejahterakan mereka, berikan kehidupan yang layak bagi mereka dan jadikan Banten Lama sebagai destinasi Wisata Religi dan mercusuar dunia,” jelas Sultan Bambang.

Agus Setiawan, Ketua Tim Advokasi Surasowan Kesultanan Banten berterimakasih atas hadirnya RT/RW dari kelurahan Banten Lama dan secara de facto merupakan wujud dari legalitas yang diberikan oleh masyarakat dalam mendukung Sultan Bambang dan tentu dapat menjadi Bukti kuat dalam proses hukum Sultan Bambang yang sedang berlangsung.

Saat ini sudah beberapa Ormas, Paguyuban, Padepokan, Peguron, dan masyarakat secara pribadi di Banten memberikan dukungan secara tertulis, dan semoga seluruh masyarakat dapat memberikan dukungannya untuk bersama-sama mengangkat Kesultanan Banten sebagai Entitas Budaya dalam bingkai NKRI. (1-1)

Related Search

    Email Autoresponder indonesia
    author
    No Response

    Comments are closed.