Dinsos Banten Bentuk Kampung Siaga di Teluk Naga

188 views
banner 160x600
banner 468x60

BBC, Tangerang – Dinas Sosial Provinsi Banten, Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, bentuk Kampung Siaga Bencana, pembentukan tersebut dilakukan di Kantor Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Selasa 16/5/2017.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nurhana mengatakan, Kampung Siaga Bencana adalah wadah formal penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang berada di Kecamatan dan dijadikan kawasan atau tempat untuk program penanggulangan bencana, maksudnya itu untuk memberikan perlindungan kepada masyatakat dari ancaman bencana dengan cara menyelenggaraan kegiatan penanggulangab bencana berbasis masyarakat melalui pemanfaatan sumberdaya alam dan manusia yang ada di lingkungab setempat.

“Pembentukan Kampung Siaga Bencana ini sesuai dengan peraturan menteri sosial Republik Indonesia dengan Keputusan Direktur Jendral Perlindungan dan Jaminan Sosial nomer: 193/LJS/X/2011 tentang petunjuk Teknis Kampung Siaga Bencana (KSB) tahun 2011, Disini juga kita memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat, membentuk jejaring kerja berkaitan kesiapsiagaan bencana berbasis, mengorganisir potensi masyarakat, memberikan kepastian dan kesinambungan terhadap proses kesiapsiagaan, memperkuat hubungan sosial, mengoptimalkan potensi dan sumberdaya untuk penanggilangan bencana,” ujarnya.

Nurhana melanjutkan, tugas pungurus KSB juga merencanakan dan menyusun kegiatan kerja, mengevaluasi pelaksanan kegiatan, menyampaikan laporan pelaksanaan KSB, melaksanakan koordinasi dengan pemangku kepantingan dalam penanggulan bencana, ada pun jumlah keanggotaan berjumlah sebanyak 30 hingga 50 orang yang berasal dari Masyarakat.

“Dari anggota tersebut ini harus memiliki tiga aspek dasar dalam bencana yaitu respon terhadap bencana, kesiapsiagaan menghadapi bencana, dan minimalisasi (mitigasi) efek bencana, penanggulan bencana berbasis masyarakat merupakan upaya terorganisir atas kegiatan masyarakat dalan penanggulangan bencana yang dimulai dari sebelum, pada saat dan sesudahbencana dengan cara mengutamakan pemanfaatan sumberdaya lokal baik berbentuk sumberdaya manusia yang terlatih,” katanya.

Pembentukan Kampung Siaga, Nurhana menyebutkan, bahwa masyarakat penting sangat penting terlibat penanggulangan bemcana sebagai palaku sekaligus korban, karena masyarakat adalah orang yang penting tahu dan mengerti tentang wilayahnya, apabila terjadi bencana, orang yang pertama tahu adalah masyarakat, masyarakat memiliki kearifan lokal yang kadang tidak diketahui oleh orang luar.

“Prinsip anggota KSB harus Sukarelawan, Kerjasama, Akuntabilitas, Partisipan, menghargai menghormati dan memiliki nilai-nilai lokal, dan kemandirian, yang kita bentuk dalam KSB yang difokuskan Daerah yang dianggap kerawanan terhadap jenis bencana, adanya dukungan dari pemerintah Daerah, adanya kesiapan dan peran serta aktif masyarakat, dan adanya sasaran dan prasarana penanggilangan bencana,”pungkasnya. (1-1)

Related Search

    Email Autoresponder indonesia
    author
    No Response

    Comments are closed.