Sekda Akui Penyelesaian BPK Belum Tuntas

224 views
banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang – Sekertaris daerah Banten Ranta Soeharta mengaku, hingga saat ini belum mampu menindaklanjuti 100 persen terkait sejumlah temuan kendaraan dinas. Oleh karena itu melalui  Biro Perlengkapan dan Aset, pemprov Banten saat ini masih terus melakukan penelusuran.

“Kita masih telusuri puluhan kendaraan dinas yang belum dikembalikan,” ungkap Sekda usai membuka  rapat pembahasan penyelesian hasil tindak lanjut atas LHP BPK RI tahun 2015 di ruang rapat paripurna Inspektorat KP3B, Curug Kota Serang, Rabu, 27/7/2016.

Jika hasil penelusuran telah jelas, kata Ranta maka dirinya selaku sekda akan melakukan tindakan tegas dengan meminta bantuan pihak kepolisian.

“Kita akan pastikan dulu, lkemana mobil ini, kalau sudah ketahuan misalkan dipindahtangankan, maka kita akan kirim surat resmi ke Pak Kapolda agar diproses,” ujarnya.

Kepala DBMTR Banten, Hadi Soeryadi usai mengikuti mengungkapkan, dari temuan pelaksanaan tiga pekerjaan pembangunan jalan provinsi tidak sesuai kontrak sebesar Rp788,707 juta belum semuanya diselesaikan.
  “Dari tiga proyek yang jadi temuan dengan total hampir satu miliar yakni pembangunan Jalan Bayah-Cikotok-Batas Jabar, pembangunan Jalan Ciruas-Petir dan pembangunan Halan Ahmad Yani-Labuan, hanya jalan Bayah-Cikotok-Batas Jabar saja yang belum beres, Penusahanya Bu Popong kabur, setelah membaya kerugian negara Rp100 juta sedangkan sisanya Rp. 442 juta tidak dibyar, dan sekarang nggak tahu kemana, kabur Bu Popongnya,” jelas Hadi.
Hadi menjelaskan, Popong yang disebut pengusaha melarikan diri saat ini sudah dilaporkan kepada Inspektorat Banten agar dapat ditindaklanjuti.
“Sudah saya laporkan ke Inspektorat, kalau tidak bisa juga ke Polisi saja.Karena tenggat waktu penyelesaian pengembalian yang diberikan oleh BPK RI Perwakilan Banten hanya tinggal beberapa hari saja. Akhir bulan ini semuanya haris selesai, dan di kami hanya temuan Bu Popong saja yang belum selesai,” jelasnya.
Kepala Inspektorat Banten, Takro Jaka Rooseno mengungkapkan, pihaknya mengaku telah meminta kepada sleuruh SKPD untuk menyelesaikan temuan BPK sejak LHP atas LKPD Banten tahun 2015 diserahkan kepada pemprov.
“Kami sudah minta agar selesaikan, progresnya semakin baik, dan nanti dua hari lagi adalah batas akhir, dan kami melihat SKPD ini sudah bekerja maksimal, dan semangat dalam menyelesaikan temuan-temuan BPK, baik yang sifatnya administrasi atau dalam bentuk lainnya,”pungkas Takro.

 

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.