Bupati Minta Warganya untuk tidak BAB Sembarangan

banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengajak masyaraat untuk tidak buang Air Besar sembarangan. Karenanya warga Kabupaten Serang diminta untuk bisa mendapatkan akses terhadap air minum, dan tidak ada pemukiman kumuh serta penduduk bisa akses terhadap sarana sanitasi. Demikian diungkapkan Tatu Chasanah saat deklarasi Kecamatan dan Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) di lapangan Ponpes Nurul Ilmi Darunnajah 14 Pabuaran, Kabupaten Serang, Senin 23/10/2017.

Dalam kesempatan tersebut Tatu menjelaskan indikator outcome STBM  yaitu, menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.

”Sejak tahun 2008 Kabupaten Serang telah melaksanakan program STBM. Namun,  dari hasil monitoring dan evalusi pelaksanaan kegiatan tersebut, pencapaian target kegiatannya masih jauh dari yang diharapkan, yaitu baru mencapai 27 desa (8,3%) dari 326 Desa yang ada di Kabupaten Serang yang telah melakukan stop buang air besar sembarangan (SBS),” ungkapnya.

Bupati Serang Tatu mengatakan, terjadinya hambatan dari program tersebut karena rendahnya kesadaran secara kolektif antar sesama dalam melaksanakan stop buang air besar sembarangan, dan juga sosialisasi pendekatan stbm kepada para  Kades dan Camat dirasa belum optimal

“Sosialisasi pendekatan STBM kepada para kades dan Camat dirasa belum optimal,” kata tatu.

”Menjadi tantangan bagi Kabupaten Serang, agar program STBM khususnya pilar 1 (satu) dapat mencapai hasil yang diharapkan, yaitu 100% penduduk memiliki akses terhadap sanitasi di tahun 2019,” imbuhnya.

Ia juga berharap, melalui deklarasi tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu bagi wilayah lainnya di Kabupaten Serang agar mejadi wilayah yang stop buang air besar sembarangan. “Pada akhirnya menjadikan kabupaten serang  mencapai target 100 % masyarakatnya terakses sanitasi,” terang Tatu.

Sekertaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten serang Dedi Sofyan menuturkan,  perubahan perilaku masyarakat yang sulit untuk diperbaiki karena belum ada jamban yang tersedia di masing-masing rumahnya. Sehingga upaya dengan adanya siasati total bisa stop buang air besar sembarangan.

“Dengan ini diperlukan rolling model SBS untuk kecamatan lain di Kabupaten Serang dan mendeklarasi dirinya untuk stop BSB sembarangan agar dari desa dan kecamatan  lain bisa mengikuti,” katanya.

Kemudian, Sufyan akan mengadakan  pertemuan dengan seluruh dinas terkait dan masing-masing camat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut pada tahun 2017 sehingga instruksi Bupati bisa dilakukan dengan baik.

“Tadi ibu sudah menegur, bagaimana caranya tahun ini semuanya dapat diselesaikan. Sehingga nanti pada tahun 2018 tidak lagi membahas persoalan Buang Air Besar Sembarangan,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Sekertaris Daerah Agus Erwana, Sekertaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Dedi Sufyan. (1-2)

Related Search

    Email Autoresponder indonesia
    author
    No Response

    Comments are closed.