Bulog Sub Divre Serang – Cilegon Perbolehkan Pedagang Beras Lakukan Mixing

banner 160x600
banner 468x60
BBC, Cilegon – Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Serang – Cilegon memperbolehkan para pedagang beras untuk mengoplos Beras Medium (Mixing). Hal tersebut dilakukan untuk menekan harga beras agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan oleh Pemerintah.
 Praktik mencampur atau mengoplos varietas beras dalam beras Premium maupun Medium wajar dilakukan dan bukan suatu pelanggaran dengan catatan, kualitas akhir beras tetap memenuhi klasiflkasi mutu beras premium.
Kepala Sub Divre Bulog (Kasubdivre) Bulog Serang, Renato Horison mengatakan, secara aturan memang sudah diperbolehkan untuk dilakukan pencampuran beras (Mixing) tersebut, yang bertujuan untuk memberikan Refrensi terhadap konsumen dari segi rasa beras.
Menurutnya, dengan dilakukanya Mixing tersebut maka akan Iebih banyak masyarakat yang akan menrima, karena akan banyak macam rasa dan akan banyak macam harga beras. Sehingga dengan begitu maka diharapakan akan dapat menurunkan harga beras.
“Mengoplos beras atau Mixing itu saat ini boleh dilakukan, yang bertujuan untuk memberikan Refrensi dari segi rasa beras terhadap Konsumen,”ujar Renato saat ditemui usai kegiatan Sosilaisasi penekanan harga beras di Mapolres Serang Kota, Kamis, (29/11/2018).
Renato menyampaikan, adapun beras yang diperbolehkan untuk dilakukan Mixing adalah beras Lokal dengan beras Vietnam dan juga beras yang diperbolehkan untuk dilakukan Mixing tersebut, yang terpenting adalah harga berasnya harus dibawah harga Harga Eceran Tertinggi (HET) dan juga harus beras satu lepel yaitu beras Medium.
“Jenis beras yang boleh di Mixing adalah beras Lokal dan beras asal Vietnam dan juga beras yang harganya sesuai dengan HET dan harus sat Level,”jelas Renato.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Dadi Perdana Putra  menjelaskan bahwa, diperbolehkanya para pedagang untuk melakukan kegiatan Mixing tersebut merupakan hasil rapat yang dilakukan oleh Satgas Pangan Pusat.
Menurutnya, hal tersebut merupakan terobosan dari Satgas Pangan Pusat yang bertujuan untuk menekan harga beras agar harga beras di Kota Cilegon sesuai dengan Harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Diperbolehkanya para pedagang untuk melakukan Mixing itu, merupakan hasil terobosan Satgas Pangan Pusat. Untuk menekan harga beras di Kota Cilegon,”ujarnya.
Dadi mengungkapkan bahwa, sampai saat ini kegiatan Mixing tersebut belum dapat dilakukan karena pemerintah hanya baru melakukan sosialisasi dan juga para pedagang belum berani melakukan kegiatan Mixing tersebut.
“Walupun sudah diperbolehkan oleh pemerintah, namun sampai saat ini para pedagang beras di Kota Cilegon belum berani melakukan kegiatan Mixing itu,”terangnya.
Dadi menyampaikan dalam rangka menjaga harga beras ahar tetap stabil, pihaknya terus melakukan kegiatan pengawasan, dengan cara memantau harga beras dan mengawasi pemasokan beras serta melakukan kegiatan-kegiatan sidak langsung ke pasar-pasar yang ada di Kota Cilegon.
“Untuk menjaga harga beras agar tetap Stabil, pihaknya terus melakukan pengawasan dengan cara melakukan sidak terhadap para pedagang yang berada di Pasar-pasar di Kota Cilegon, dan melakukan kordinasi dengan beberapa pihak terkait lainya,”pungkasnya, (1-2).
Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.