Blitbangda Diminta Fasilitasi Hak Paten Pemenang Lomba Cipta Inovasi

banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang – Lomba cipta inovasi tingkat provinsi Banten tahun 2016 ini relevan dengan masa otonomi daerah saat ini. Karena semangat otonomi daerah adalah dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap publik. Oleh karena itu Badan penelilitan dan pengembangan daerah (Balitbangda) harus mengembangkan dan memfasilitasi peserta lomba karya cipta inovasi untuk lebih ditingkatkan lagi.

“Paling mendesak dan stragetigs saat ini adalah era MEA. Oleh karena itu kita harus ambil bagian jadi tuan rumah. Karena saya kira sangat urgent untuk pelaksanaan inovasi dalam MEA ini. Sehingga diharapkan pelaku industri ini berasal dari anak-anak daerah. Jangan sampai pembuatan tempe atau tahu misalnya diimpor dari Philipine,” ungkap Asda I pemprov Banten Anwar Mas’ud disela lomba inovasi tingkat provinsi Banten di aula pendopo gubernur KP3B, Curug Kota Serang, Senin, 26/9/2016.

Menurutnya, penggunaan smartphone dalam lomba inovasi ini menandakan para peserta sudah Uptodate. Karena diakui semua masyarakat saat ini sudah menggunakan alat canggih tersebut. Karenanya hak paten dari temuan peserta lomba inovasi ini harus dilaksanakan.

“Hak paten itu dari karya peserta ini, perlu difailisitasi oleh Balitbangda. Ada tadi dari Untirta, UMKM dan siswa tadi harusnya langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah melalui Balitbangda. Saya kira pemerintah daerah wajib memberikan apresiasi atas pengembangan intelektualistas atas hasil inovasi peserta. Karena ini bagian dari mensejahterakan masyarakat,” katanya.

Oleh sebab itu, Asda menambahkan, dalam membangun daerah saat ini sudah tidak jaman lagi pemda berada tangannya di bawah. Dimana masih mengandalkan bantuan dsri pusat semata. Melainkan tangan pemda juga harus diatas.

“Saya kira saatnya sekarang adalah pengembangan inovasi untuk mewujudkan kemandirian daerah. Sehingga pendapatan asli daerah dapat terus ditingkatkan,” katanya.

Sementara itu kepala Balitbangda Provinsi Banten Ajak Moeslim mengatakan, pihaknya mengaku akan menindaklanjuti arahan dari Asda I tentang upaya hak paten dari hasil karya peserta lomba inovasi tahun ini.

“Kami sudah melakukan ke arah sana. Dari pemenang lomba inovasi ini akan kami daftarkan hak patennya. Segera akan kita proses. Kami juga berharap pada tahun ini pula hak paten dari temuan dan pemenang lomba ini sudah didapatkan,” terang Ajak.

Apalagi, kata Ajak peserta yang ikut serta dalam lomba inovasi tingkat provinsi Banten tahun ini cukup disambut antusias peserta. Dimana sedikitnya terdapat 67 peserta yang mendaftar dan mengikuti lomba inovasi kali ini.

“Kami juga terkejut dengan antusias peserta yang cukup banyak. Dari 7 kategori iktu diikuti sebanyak 67 peserta. Tapi memang yang menjadi pemenang kan tidka banyak, Cuma 9 peserta. Makanya nanti inovasi ini akan dimulai sejak SD. Jadi tidak hanya dari tingkat SMP dan umum, tapi kita buat sedini mungkin,” tegas Ajak. (1-1)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.