Berikan Pelajaran, Pengawas Ketenagakerjaan Meja Hijaukan Karyawan Siemens

banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang – Pengawas Ketenagakerjaan yang juga Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), Mustahal  melaporkan dan mempidanakan staf perusahaan PT Siemens di Kota Cilegon, Ary Reynold di PN Serang, dengan tuntutan menghalang-halangi dalam penyelesaian aksi unjukrasa dan meminta data karyawan.  Kepala Disnakertrans Banten, Alhamidi, menjelaskan, pelaporan terhadap karyawan PT Siemens  tersebut untuk memberikan pemahaman kepada  perusahaan dan pengusaha  atas peran dan fungsi pegawai pengawas ketenagakerjaaan.“Kenapa kami dengan teman-teman pengawasan di Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kabupaten/Kota Tangerang ini melakukan upaya hukum kepada karyawan PT Siemens, karena dilapangan kami selalu mengalami kesulitan pada saat menjalankan tugas,  padahal tugas kita ini dilindungi oleh UU nomor 3 tahun 1951 tentang Pengawasan Perburuhan,” ujarnya.

Pelaporan dan proses persidangan dengan tindak pidana ringan atau Tipiring  ini lanjut Alhamidi, agar ada efek jera dan tidak ada lagi kesewenang-wenangan perusahaan di Banten terhadap peran dan fungsi pengawasan.   “Jujur saja, kita selalu kesulitan minta data kepada perusahaan akan jumlah pegawai, termasuk tenaga kerja asing. Kita ingin buktikan bahwa kami bekerja sesuai dengan UU. Dan kita tidak takut, dan akan membuktikan bahwa kami akan menjalankan pekerjaan sesuai aturan,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam sidang Tipiring di PN Serang,  yang dipimpin Hakim Ketua Nurhadi AS dan Panitera Pengganti Radita Pitaloka berjalan alot. Persidangan terdakwa Ary Reynold yang merupakan staf HRD Industrial Relation Specialis PT Siemens Indonesia ini awalnya berjalan seperti biasanya. Namun ketika masing-masing menghadirkan dua  saksi, persidangan kemudian berjalan alot. Bahkan saling cercar pertanyaan dari penuntut dan kuasa hukum tidak terelakan. Dalam persidangan tersebut Ary Reynold didakwa telah melanggar Pasal 6 ayat 4 UU No 3 Nomor 51 tentang Pengawasan Perburuhan. Dimana terdakwa dituduh menghalang-halangi dan tidak memberikan data yang diminta pengawas.

Jaksa Penuntut Umum dari Disnaker Cilegon Rachamatullah dalam dakwannya menyebutkan terdakwa dinilai telah terbukti melakukan pelanggaran atas proses pengawasan yang telah dilakukan pengawas. Padahal pengawas telah membawa surat tuga dalam menunaikan tugasnya pada saat itu. “Pengawas waktu mendatangi PT Siemens telah membawa surat tugas untuk meminta data soal adanya pekerja pengganti saat pekerja yang lain berdemontrasi. Akan tetapi pihak perusahaan melalui pa Ary tidak memberikannya. Sedangkan hal itu tidak diperkenankan dalam UU,” katanya.
Sedangkan pihak terdakwa Ary Reynold mengaku tidak bersalah dalam kasus tersebut. Karena pihaknya bersalih data yang dibutuhkan pengawas berada di Jakarta. “Saya bukan tidak memberikan data itu, tapi data yang dimaksud perlu proses karena ada di Jakarta,” katanya.
Sedangkan dalam sidang tersebut saksi pelapor Mustahal turut menghadirkan saksi ahli dari Kemenakertrans yakni Yuli Hadirata.Sementara dari pihak terdakwa menghadirkan dua saksi juga yang masing-masing Fris Adiyanto dan Ari Wibawa yang merupakan koordinator dan anggota Security PT Siemens. Sidang akhirnya ditunda ssampai Rabu, 2/11/2016 besok,  setelah pihak kuasa hukum meminta waktu atas tuntuan yang dituduhkan kepada kliennya tersebut. (1-1)

Related Search

    Email Autoresponder indonesia
    author
    No Response

    Comments are closed.