Berbagai Organisasi di Banten Gelar Kegiatan Trauma Healing Untuk Mengembalikan Hak Anak di Kota Cilegon

banner 160x600
banner 468x60

BBC, Cilegon – Banjir yang melanda beberapa daerah di Kota Cilegon Hari Rabu yang lalu telah mengetuk beberapa organisasi dan dunia pendidikan untuk membantu meringankan  musibah banjir.

Sebagaimana diketahui banjir tersebut telah menelan korban jiwa dengan tewasnya anak usia 6 tahun.

Untuk itu, digagaslah kegiatan agar dapat meringankan beban anak-anak korban banjir tersebut dengan mengadakan kegiatan _Trauma Healing_ yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtasaya, LPA Provinsi Banten, Komunitas Relawan Banten, LPA Kota Cilegon,  Sapma PP Kota Cilegon dan Sapma PP  Serang menggelar _Trauma Healing_ pada Hari Minggu tgl 29 April 2018 di lapangan SD 1 dan SD 2 Cibeber.

Koordinator kegiatan Alyth Prakasa  sebagai Dosen Fak Hukum Untirta dan KRB disela sela acara mengungkapkan bahwa Trauma Healing ini adalah salah satu bentuk pemenuhan hak-hak anak yg berada di lokasi bencana.

Terkadang kita lupa bahwa bantuan untuk korban bencana tidak selalu bantuan logistik dan pakaian layak pakai saja tetapi juga kita harus sentuh sisi psikologis anak.

Dengan anak diajak bermain bersama, mereka bergembira maka psikologis anak bisa kembali pulih. Begitu juga orang tua akan kembali tentram ketika melihat anak-anaknya kembali ceria. Acara ini diikuti oleh sekitar 200 anak-anak yang berada di wilayah yang terkena banjir.

Selain itu Uut Lutfi, Ketua LPA Provinsi Banten ketika mengunjungi warga setempat,  sangat prihatin dengan melihat kondisi banjir.

Pengakuan warga bahwa baru kali ini mengalami banjir sebesar dan setinggi ini yang menyebabkan banyak barang-barang dan dokumen-dokumen yang kebawa hanyut, misalnya akta kelahiran,  kartu Keluarga,  buku pelajaran dan lain-lain.

“Saya meminta pihak kelurahan untuk segera melakukan pendataan terkait arsip seperti akte kelahiran dan kartu keluarga agar dibuatkan kembali oleh Disdukcapil karena sangat penting untuk pemenuhan hak hak anak kedepannya,” jelas Uut.

Selain itu buku pelajaran yang turut hanyut atau rusak paska bencana banjir juga menjadi perhatian, “Saya melihat disepanjang depan rumah penduduk banyak yang menjemur buku-buku pelajaran anak-anaknya, semoga nantinya pihak sekolah dapat melakukan pendataan terhadap siswa/siswi yang terkena banjir agar berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Cilegon untuk memberikan bantuan buku tulis dan perlengkapan sekolah lainnya agar anak anak tetap semangat untuk bersekolah,” tambah Uut setelah melakukan kegiatam _Trauma Healing_ tersebut.

Termasuk yang paling penting lagi adalah Pemerintah Kota Cilegon untuk melakukan investigasi sampai ke hulunya faktor apa yang menyebabkan banjir bandang tersebut. Apakah karena di hulu nya sudah banyak pohon-pohon yang ditebang atau karena galian tanah/pasir yang berlebihan sehingga tidak ada serapan air ketika hujan turun? Tentu harapan kita bersama adalah tidak terulang kembali banjir apalagi sampai menelan korban jiwa. (1-2)

Related Search

    Email Autoresponder indonesia
    author
    No Response

    Comments are closed.