Banten Waspada Penyakit Demam Berdarah

278 views
banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang – Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan Banten meminta masyarakat mewaspadai perkembangan penyakit demam berdarah. “Kami melakukan berbagai langkah antisipasi, saat ini kami terus melakukan fogging siklus ke dua,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banten Yanuar, Selasa, 16 Fabruari 2016.

Yanuar mengatakan, pada bulan Februari 2016 jumlah penderita demam berdarah di wilayah Provinsi Banten cenderung menurun jika dibandingkan pada Januari lalau. “Kami tetap tingkatkan kewaspadaan, meskipun pada bulan ini kasus DBD sedikit berkurang, karena kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungannya semakin meningkat” katanya.

Yanuar mengatakan, hingga saat ini dari delapan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, hanya Kabupaten Tangerang yang menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB). Sedangkan tujuh daerah lainnya belum termasuk kategori KLB. “KLB hanya di Kabupaten Tangerang, lainnya masih biasa-biasa saja,” ujarnya.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Banten Didin Aliyudin mengatakan bahwa berdasarkan data hingga Jumat, 12 Februari 2016 jumlah kasus DBD di Banten sebanyak 1003 kasus. Dari jumlah tersebut sebanyak 29 orang meninggal dunia.

Jumlah korban meninggal akibat penyakit DBD di Banten tersebut antara lain di Kabupaten Tangerang 15 orang, Kabupaten Pandeglang lima orang, Kabupaten Serang tiga orang meninggal, Kota Serang dua orang, Cilegon dua orang dan Tangerang Selatan dua orang meninggal dunia.

Menurutnya,  untuk menekan angka penyebaran penyakit DBD tersebut, Dinkes Provinsi Banten meminta masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan terutama dengan pemberantasan sarang nyamuk. Sebelumnya Didin Aliyudin mengatakan bahwa secara keseluruhan Dinas Kesehatan Banten mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,650 miliar untuk pemberantasan penyakit menular, termasuk DBD. ”Itu pos anggarannya untuk penyakit menular, antara lain HIV, kusta dan DBD,” ujar Didin. (1 – 1)

Related Search

    Email Autoresponder indonesia
    author
    No Response

    Comments are closed.