99% Sekolah Tingkat Madrasah di Kota Cilegon Belum Berstatus Negri

banner 160x600
banner 468x60

BBC, Cilegon – Dari 135 Sekolah tingkat madrasah di Kota Cilegon, hanya 11 madrasah yang sudah bersatus Negri, maka dari itu Kepala madrasah di Kota Cilegon harus memiliki Kompetensi sebagai enterpreneurship, Kata Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Persatuan Guru Madrasah Indonesia(PGMI) Kota Cilegon Zaitty Musafiroch saat ditemui di Aula DPKAD Kota Cilegon, Selasa, 24/7/2018.

Menurutnya, Kepala Sekolah tingkat madrasah harus memiliki kompetensi sebagai enterprenurship, hal itu dilakukan untuk meningkatkan kelancaraan kegiatan belajar dan mengajar di Sekolah madrasah yang sedang dipimpinya.

“Untuk meningkatkan dan mengembangkan kegiatan belajar disekolah yang dipimpinya, seorang kepala Sekolah di madrasah harus memiliki Kompetensi sebagai enterprnuership,”jelasnya.

Mengingat sampai saat ini, sebagian besar madrasah yang ada di Kota Cilegon adalah madrasah Suasta belum berstatus Negri.

Maka dari itu, dengan dilakukanya pelatihan tersebut, para kepala madrasah harus memiliki kompetensi agar dapat mengembangkan kewirausahaan disekolahnya.

“Dengan pelatihan itu, saya berharap para kepaala Sekolah madrasah di Cilegon dapat mengembangkan kewirausahaan disekolah yang dipimpinya,”ujar Zaitty

Zaitty mengungkapkan bahwa, sampai saat ini Madrasah-madrasah di Kota Cilegon belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah dan bantuan dari Dinas Pendidikan, baik bantuan berupa gedung maupun bantuan secara pinansial.  Kalopun mendapatkan bantuan hanya bantuan berupa uang sebesar 400 ribu perbulan itupun digunakan untuk tenaga pengajar seperti para guru-gurunya.

“Ada juga bantuan dari pemerintah yang diberikan untuk tenaga pengajar, yang nominalnya hanya 400 Ribu, ga mungkin saya minta dari mereka untuk pembangunan sekolah atau untuk kebutuhan yang lainya,”ucapnya.

Untuk diketahui bahwa, berdasarkan peraturan yang telah ditentukan oleh pemerintah bahwa, Kepala madrasah tidak di izinkan untuk melakukan kegiatan mengajar.

“Seperti yang kita ketahui bersama bahwa, kepala madrasah itukan tidak di izinkan untuk mengajar. Maka dari itu, waktu tersebut harus dapat di man’faatkan untuk memgembangkan kewirausahaan yang ada di Sekolahnya,”ungkapnya.

Zaitty menjelaskan bahwa, saat ini minat para orang tua untuk menyekolahlan anaknya di Madrasah, di Kota Cilegon semakin meningkat. Hal itu dikarenakan di sekolah Madrasah dianggap anak-anaknya bukan hanya menerima pendidkan Formal saja namun menerima pendidikan secara agama.

Ia menyampaikan bahwa, sampai saat ini banyak sekolah sekolah Madrasah yang menjadi incaran selain Sekolah-sekolah yang terdaftar di Dinas Pendidikan

“Saat ini sih, saya akui sekolah sekolah Madrasah di Kota Cilegon jadi incaran para orang tua siswa dibandingkan dengan sekolah sekolah yang ada di Dinas Pendidikan di Kota Cilegon,”pungkasnya. (1-2)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.