Rakor Pengembangan Ekonomi Daerah Diapresiasi Gubernur

banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang – Gubernur Banten Wahidin Halim menghadiri Rapat Koordinasi Pengembangan Ekonomi Daerah Provinsi Banten yang dinisiasi bersama oleh Bank Indonesia dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman di Kantor BI Wilayah Banten, Kamis,21/12/2017.

Gubernur mengatakan dengan dilakanakanya forum ini menjadi semangat untuk mempercepat pembangunan di Provinsi Banten,mudah-mudahan forum ini tidak hanya mendorong tetapi dapat mempercepat program-program yang akan dilaksankan di Provinsi Banten.

“Untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat kita (Banten). Kita bersinergi tentang pentingnya mempercepat ekonomi Banten. Perhatian khusus juga dari Presiden untuk Banten. Makanya pelaksanaan pembangunan itu harus kita segera mewujudkannya,” tegas Gubernur.

“Oleh karena itu untuk mempercepat ekonomi Banten, tentunya harus  lebih cepat pembangunan infrastruktur. Maka dari itu, Kementerian PUPR sangat optimistis bisa memperbaiki jalan nasional yang ada di Banten,” katanya.

Deputi Gubernur Bank  Indonesia, Rosmaya Hadi mengatakan Pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif hanya dapat dicapai melalui dukungan reformasi struktural. Reformasi struktural perlu difokuskan pada dua elemen kunci pertumbuhan ekonomi,yakni mendorong pemenuhan berbagai faktor pendukung pertumbuhan (enabler) khususnya infrastruktur,dan mengembangkan sector ekonomi potensial yang berdaya saing tinggi.

“Kedua elemen tersebut menjadi keniscayaan untuk dapat mengatasi isu jebakan kelas menengah (middle incom e trap) dan berbagai persoalan krusial lain dalam perekonomian Indonesia. Hal tersebut juga menjadi syarat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata diseluruh wilayah Indonesia, termasuk Banten,” tegas Rosmaya.

Rosmaya mengatakan Provinsi Banten masih menghadapi sejumlah tantangan ekonomi. Dalam beberapa tahun terakhir,perekonomian Banten mampu tumbuh diatas rata-rata nasional dan memberi kontribusi besar khususnya di sektor manufaktur.

“Namun, perekonomian Banten masih menghadapi sejumlah permasalahan yang juga terjadi diberbagai daerah Indonesia seperti menekan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan. Selain itu, ekonomi Banten juga menghadapi tantangan untuk terus mengoptimalkan beberapa faktor pendukung daya saing ekonomi, seperti infrastruktur fisik dan SDM,” ujarnya.

“Kombinasi pengembangan sektor potensial dan perbaikan infrastruktur kemudian diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif bagi berbagai permasalahan tersebut,” imbuh Rosmaya.

Sedangkan dalam rapat tersebut turut hadir Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Kemaritiman. Rapat juga dihadiri pejabat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan transmigrasi, Kementerian Perhubungan,Kementerian Pariwisata,Badan Urusan Logistik, Kementerian Perdagangan,dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas,serta sejumlah Bupati dan Walikota di Provinsi Banten. (1-1)

Related Search

    Email Autoresponder indonesia
    author
    No Response

    Comments are closed.