Tak Terima Ditegus Saat Upacara, Adik Kelas Dipukuli Hingga Luka Serius

banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang – Merasa tidak terima ditegur oleh adik kelasnya pada saat upacara berlangsung, siswa kelas 3 SMA di Kota Serang, Muhammad Zulfikar melakukan pemukulan terhadap adik kelasnya bernama Akmal. Akibatnya korban harus dilarikan ke Rumah Sakit.

Ketika ditemui dikediamanya orang tua korban, Eni menuturkan bahwa terjadinya pemukulan yang dilakukan oleh Muhamad Zulfikar terhadap anaknya tersebut, bermula ketika Akmal selaku anggota Osis yang sedang bertugas di bidang Komisi Disiplin (Komdis) menegur Muhamad Zulfikar yang merupakan kakak kelas Akmal pada saat upacara berlangsung, agar dapat  mengikuti upacara dengan hikmad. Namun, pada saat ditegur Zulfikar membantah dan malah mengancam Akmal dan akan mendatangi Akmal usai pulang sekolah.

“Namun yang terjadi adalah, ketika Akmal sedang istirahat di depan kelas dengan kedua temanya, tidak lama kemudian Akmal di panggil oleh Zulfikar pada saat Akmal menghampiri Zulfikar tiba- tiba Zulfikar memukul Akmal dibagian kepala dengan menggunakan benda keras yang dibawanya,” tutur Eni ketika ditemui dikediamanya di Komplek Griya Lopang Indah, Kota Serang, Rabu 8/11/2017.

“Mungkin, Karena Zulfikar merasa selaku kaka kelas Akmal, tidak terima ditegur oleh adik kelasnya, sehingga terjadi pemukulan itu,” ujar Eni.

Dalam kesempatan tersebut orang tua Akmal menjelaskan, akibat pemukulan yang dilakukan oleh Zulfikar tersebut, Akmal mengalami luka yang lumayan parah, sehingga harus dilarikan kerumah  sakit dan harus segera dilakukan tindakan operasi di bagian kepalanya.

“Karena luka parah yang dialami oleh anak saya, saya dipanggil oleh pihak sekolah dan dipertemukan dengan orang tua Zulfikar untuk membicarakan peroses pengobatan Akmal dengan didampingi oleh pihak sekolah, agar membuat kesepakatan bahwa biaya pengobatan Akamal akan ditanggung bersama-sama,” kata Eni.

Seiring berjalanya waktu, karena hasil dari pemeriksaan yang dilakukan di rumah sakit harus dilakukan tindakan operasi, yang membutuhkan biaya hampir Rp 60 Juta tersebut, orang tua meminta pertanggung Jawaban orang tua Zulfikar.

“Ketika sudah hampir tiga hari belalu belum juga ada jawaban dari orang tua Zulfikar. Melihat anak saya kesakitan dengan cara meminjam uang dari sana sini akhirnya saya bawa anak saya ke rumah sakit agar segera dilakukan operasi,” katanya.

Untuk sampai saat ini, kata Eni selaku orang tua hanya meminta pertanggungjawaban yang telah di sepakati bersama, dan dapat mengobati Akmal sampai sembuh seperti semula.

“Kalau tidak ada pertanggung jawabanya, saya akan melaporkan kepada pihak berwajib, dan mengambil langkah jalur hukum,” pungkas Eni. (1-2)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.