238, 491 Jiwa Warga Kota Serang akan Divaksin Dasar

banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang – Sebanyak 238, 491 Jiwa masyarakat di Kota Serang akan dilakukan Imunisasi dasar (Outbreak) dalam rangka pencegahan menyebarnya virus Difteri yang merupakan virus yang menular bagi manusia.

“Dinas Kesehatan Kota Serang akan melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) di seluruh Kecamatan yang ada di Kota Serang. Ini upaya untuk mencegah menyebarnya virus Difteri terhadap warga Kota Serang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Muhamad Toyalis didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Teja Ratri, saat ditemui di kantor Dinas Kesehatan Kota Serang, Jum’at, /12/20717.

Menurutnya Virus Difteri merupakan penyakit Infeksi yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphtheriae yang sangat mudah menular dan berbahaya karena dapat menyebabkan kematian akibat obstruksi larings atau miokarditis akibat aktivasi eksotoksin, pada kejadian luar biasa (KLB)

“Maka dari itu, Dinas Kesehatan Kota Serang mulai minggu depan akan melakukan imunisasi terhadap 238, 491 Jiwa masyarakat Kota Serang, ” ujar Toyalis.

“Penularan virus Difetri, melalui droplet dan penularan dapat terjadi tidak hanya dari penderita saja. Namun juga dari karier (pembawa) baik anak maupun dewasa yang tampak sehat kepada orang-orang di sekitarnya, ” ucapnya.

Kejadian luar biasa kata Teja, yang terjadi di beberapa Provinsi di Indonesia dengan secara sporadik di daerah lain seperti Jakarta dan Banten, merupakan indikator bahwa program imunisasi nasional tidak mencapai sasaran. Oleh karena itu, dalam menghadapi dan mengatasi masalah Difteri, harus memperbaiki pelaksanaan program imunisasi secara menyeluruh. Hal tersebut penting untuk mendapat perhatian yang serius dari semua kalangan kesehatan, khususnya dokter spesialis anak.

“Kalo Imunisasi terhadap anak dari umur 3 bulan sampai dengan usia 19 tahun tercapai dengan baik, maka akan menjadi sebuah kekebalan kelompok, sedangkan kalau Imunisasinya tidak tercapai dengan baik, maka dikhawatirkab akan terjadi ledakan kasus,” jelasnya

“Dari kasus di Indonesia yang terkena Difteri itu, status Imunisasinya adalah Nol,” ucapnya.

“Dengan ORI yang akan dilaksanakan tiga periode di bulan Desember, Januari, Februari dan Agustus diharapkan anak dri umur 3 bulan sampai dengan 19 tahun, diharapakan akan mau melakukan Imunisasi untuk kekebalan tubuh, ” pungkas Toyalis. (1-2)

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Comments are closed.