16 Tahun Banten Terus Membangun dengan Gotong Royong

175 views
banner 160x600
banner 468x60

BBC, Serang – Seiring waktu berjalan, dan tahun berganti,  hari ini Selasa tanggal 4 Oktober 2016 Provinsi Banten genap berusia 16 tahun. Dengan mengambil tema “Dengan Semangat Hari Jadi ke-16 Provinsi Banten, Ayo Kerja Nyata Gotong Royong Membangun Banten”  Diharapan sejalan dengan tema gerakan nasional 71 Tahun Indonesia Merdeka yaitu “Indonesia Kerja Nyata” dengan harapan dapat meningkatkan semangat dan komitmen semua untuk bekerja nyata gotong royong membangun banten lebih maju dan sejahtera. Peringatan HUT ke-16 Provinsi  Banten digelar melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Banten dipimpin Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah di ruang rapat paripurna DPRD Banten, Selasa 4/10/2016. Dalam peringatan HUT Banten ini, Gubernur Banten Rano Karno  tak henti-hentinya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada para penggagas dan pendiri yang telah berjuang tanpa pamrih dan tulus ikhlas, sehingga terbentuk Provinsi Banten dengan disahkannya undang-undang nomor 23 tahun 2000 pada tanggal 4 oktober 2000. “Teriring do’a semoga segenap upaya mulia yang dilakukan menjadi catatan amal ibadah dan mendapatkan pahala dari Allah SWT, serta bagi para penggagas dan pejuang yang telah wafat mendahului kita semoga arwahnya mendapatkan tempat yang mulia disisi Allah SWT,” ucap Gubernur.

Gubernur  menyatakan,   semangat patriotis para tokoh pejuang pendiri Provinsi Banten  akan selalu hidup di hati sanubari semua masyarakat  Banten sebagai generasi peneru, karena jasa dan pengorbanan mereka tidak pernah pudar,  bahkan akan semakin menyinari kehidupan tiap generasi, untuk terus melanjutkan perjuangan dalam mewujudkan rakyat banten yang semakin maju, mandiri dan sejahtera. “Momentum peringatan hari jadi ke-16 Provinsi Banten kali ini sebagai wahana penegasan kembali kepada publik bahwa visi dan misi Provinsi Banten sebagaimana yang telah ditetapkan dalam RPJMD adalah janji keapda masyarakat banten untuk selalu kita pedomani dalam pelaksanaan pembangunan.

Capaian Pembangunan

Gubernur mengungkapkan,  sebagaimana tradisi yang selalu dilakukan, bahwa momentum peringatan hari ulang tahun saatnya untuk ber-muhasabah dan introspeksi atas hasil-hasil kinerja yang telah telah  laksanakan. evaluasi dan introspeksi diperlukan sebagai bahan koreksi atau perbaikan perjalanan banten kedepan, yang difokuskan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan rakyat, peningkatan pelayanan umum dan peningkatan daya saing daerah. “Kita patut bersyukur, pembangunan yang telah kita laksanakan bersama seluruh komponen masyarakat dan pemerintah kabupaten /kota, selama kurun waktu 16 tahun, secara umum menunjukkan tingkat kemajuan yang telah berhasil kita capai,” sebutnya.

Sebagai contoh,  Pendapatan Asli Daerah (PAD) kata Gubernur dari tahun ketahun terus meningkat secara signifikan dimana pada tahun 2001PAD Banten hanya sebesar Rp.212,39 milyar dan APBD hanya sebesar Rp.490.36 milyar, tetapi hingga pada perubahan APBD tahun anggaran 2016 yang telah disetujui, PAD Banten telah meningkat menjadi Rp.5,33 triliyun dan APBD sebesar Rp.9,30 trilyun. “Hal ini menunjukan di Provinsi anten telah mengalami peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dan rasio kemandirian fiscal daerah,” katanya.

Sejalan dengan peningkatan APBD  tersebut,  Gubernur melanjutkan,  kemampuan  untuk peningkatan pelayanan masyarakat akan semakin membaik, termasuk kemajuan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial-budaya, ekonomi, politik, infrastruktur wilayah dan kawasan, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup serta reformasi birokrasi. “Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banten dengan menggunakan metode baru yang pada tahun 2010 sebesar 67,54 meningkat menjadi 70,27 pada tahun 2015, dan secara nasional dari urutan ke – 23 sekarang menempati urutan ke – 8 berada diatas IPM nasional sebesar 69,55.

Sementara Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), menurut Gubernur, meskipun mengalami fluktuatif, tetapi secara progresif  telah tumbuh dari 5,07 persen pada tahun 2003 menjadi 5,16 persen pada trwilulan II tahun 2016. Sementara Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada tahun 2001 sebesar Rp. 50,215  triliun tumbuh menjadi Rp. 477,93 triliun pada tahun 2016. Prosentase penduduk miskin yang semakin menurun dari 9.22 persen pada tahun 2002 menjadi 5,42  persen pada Maret tahun 2016.  Tingkat penganggguran mengalami penurunan dari 17,45 persen pada tahun 2003 menjadi 9,55 persen tahun 2015 dan menurun menjadi 7,95 persen pada februari tahun 2016.

Pemprov Banten, lanjut Gubernur terus berupaya melakukan reformasi birokrasi menuju Good Governance dengan melakukan berbagai upaya, antara lain melalui integritas penyusunan aksi daerah dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi antara Provinsi Banten dengan Kabupaten dan Kota se-banten sebagaimana Intruksi Presiden no 2 tahun 2014 tentang aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi.  Pemprov Banten bekerja sama dengan KPK juga sedang melaksanakan rencana aksi pencegahan pemberantasan korupsi secara terintegrasi dimana tahapan-tahapan pelaksanaan dan kemajuannya selalu dipantau dan dilaporkan kepada KPK. “Berkat usaha inilah, pada tahun 2016 ini Pemprov Banten berhasil meningkatkan opini BPK terhadap laporan keuangan pemerintah daerah menjadi WDP setelah dua tahun sebelumnya tidak memberikan pendapat. Saat ini Pemprov Banten juga telah berhasil menerapkan akuntansi berbasis akrual penuh sesuai standar akuntansi pemerintahan.  Prestasi yang terakhir diraih Banten yaitu pada sektor infrastruktur, dan tidak kalah penting Banten sukses menjadi juara umum MTQ Tingkat Nasional,” ungkap Gubernur.

“Keberhasilan ini harus terus kita pacu untuk bisa lebih meningkat dan lebih baik pada masa yang akan datang. Kami juga menyadari, disamping berbagai keberhasilan dan kemajuan pembangunan, tentunya masih belum peneuhnya dapat memenuhi semua harapan masyarakat. Masih ada hal yang perlu disempurnakan baik dari sisi regulasi reformasi birokrasi, kebijakan penganggaran, program maupun kegiatan. Namun kami yakin dengan semangat kebersamaan semua itu dapat diselesaikan secara bertahap,” imbuhnya.

Peringatan HUT ke-15 Provinsi  Banten berlangsung khidmat,  diawali dengan  pembacaan risalah pembentukan Provinsi Banten oleh mantan ASDA III Pemprov Banten Eutik Suarta,  sambutan dari tokoh Banten Muhtar Mandala sebagai tokoh pembentukan Provinsi Banten, dan arahan dari Dirjen Pemberdayaan Masyarakat  Desa Kemendagri Nata Irawan. Dalam arahannya, Nata Irawan mengungkapkan, dalam kurun waktu 16 tahun berpemerintahan sebagai daerah otonom, terlihat secara umum pembangunan di Provinsi Banten telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini dapat dilihat dari kualitas demokrasi lokal yang tumbuh, perbaikan kesejahteraan masyarakat, pelayananpublik, maupun daya saing daerah yang semakin meningkat dari waktu kewaktu. “Peringatan Hari Jadi ke 16 Provinsi Banten ini harus menjadi momentum untuk instrospeksi diri, mengevaluasi kinerja yang telah dicapai, serta konsolidasi antara semua pihak, sehingga pembangunan dimasa yang akan datang berjalan secara lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu, tokoh pembentukan Provinsi Banten Muhtar Mandala mengapresiasi beberapa capaian pembangunan Provinsi Banten dalam beberapa hal. Pertama ia mengapresiasi atas Juara Umum MTQ yang diperoleh Provinsi Banten termasuk beberapa pembangunan infrastruktur yang telah dan sedang berjalan. ” Sebagai tokoh masyarakat, patut kita sampailkan terima kasih kepada pemegang amanah untuk membawa banten kepada cita-cita luhur yg telah disampaikan pendahulu-pendahulu para pejuang Provinsi Banten.Dengan hati yang tulus, saya ingin mengajak untuk memperbaharui tekad dan niat,  marilah kita menatap kedepan membangun banten dengan sebenarnya membangun. Menjadi ranking jawara secara nasional. Bersemangat jawara, berhati kiyai dan berotak cendekia,” ucapnya. Pada kesempatan ini Pemerintah Provinsi Banten juga memberikan pengharagaan kepada masyarakat banten yang telah berprestasi mengharumkan nama banten di kancah nasional dan international. (ADV)

Related Search

    Email Autoresponder indonesia
    author
    No Response

    Comments are closed.